Berita Muslim Sahih

MENGENAL ISLAM LEBIH DEKAT DENGAN SEGALA KENYATAAN YANG ADA

Membahas Ritual Puasa Islam, Sebuah Pembodohan Umat, Benarkah?

Oleh: Duladi

Hal-hal yg menggelitik nalar kita perihal ritual ini:

1) Mengapa Puasa Islami berbeda dengan Puasa yang dipahami oleh Para Nabi? Puasa Islami bukan untuk mencari ridho Tuhan, tetapi sebagai rutinitas ibadah tahunan, ritual pensuci dosa selama 11 bulan. Sedangkan Puasa yg dipahami para nabi adalah sebagai salah satu cara manusia merendahkan dirinya di hadapan Tuhan, untuk meluluhkan hati Tuhan supaya berkenan memenuhi apa yang manusia minta, dan itu pun belum tentu berhasil karena Hak Memberikan apa yang manusia inginkan sepenuhnya adalah Hak Tuhan, bukan manusia yg mengaturnya atau apalagi terjadi secara otomatis apabila ritual puasa telah dilaksanakan.

2) Puasa Islami sebagai ajang merendahkan diri di hadapan Tuhan ataukah sebagai ajang kemunafikan untuk dipamerkan kepada orang lain bahwa dirinya sedang menjalankan ibadah?

3) Puasa adalah menguji kesungguhan hati kita dalam menahan lapar. Tapi ketika kita diuji, kita malah marah dan mempersalahkan si penguji. Contoh, sewaktu siang hari ada Warung buka, kita tersinggung dan rame-rame mengajak anggota geng Islam untuk mengobrak-abrik warung tersebut karena dianggap “tidak menghargai” orang yg sedang berpuasa. Ini aneh dan bodoh sekali, bukan?

Ini sama seperti ketika seorang pria muslim diuji kesucian hatinya dengan penampakan gadis seksi, bukannya si pria itu membuktikan dirinya tahan uji, malah ngamuk-ngamuk dan mempersalahkan gadis seksi itu sebagai BIANG MAKSIAT, dan menuntut si gadis dihukum atau diperkosa sebagai pelajaran, bahkan si pria sendiri bisa berperan aktif sebagai pelaku pemerkosa tersebut dan dia merasa benar atas perbuatannya.

4) Puasa Islami bukan benar-benar puasa. Puasa yg sejati adalah tidak makan dan tidak minum sama sekali, tapi puasa Islami hanya sebuah trik menggeser JAM MAKAN, yg biasanya 3 kali sehari, digeser menjadi sehabis maghrib dan pada waktu itu muslim makan sekenyang-kenyangnya kayak orang rakus. Sebuah ritual akal-akalan untuk menipu batiniah, bahwa diri kita sudah menjalankan ibadah agama. Sama seperti ritual akal-akalan lainnya untuk menipu batin agar tidak merasa selingkuh, yaitu “ijab kabul” sebelum naik ranjang dengan perempuan lain padahal dia sudah beristri.
Ini patut dikritik, dan semua muslim wajib sadar. Puasa yg kita jalani selama Ramadhan adalah puasa palsu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: