Berita Muslim Sahih

MENGENAL ISLAM LEBIH DEKAT DENGAN SEGALA KENYATAAN YANG ADA

Kamasutra ala Islam

Oleh Amar Khan

Ciuman yang bergairah

Pemanasan sangatlah penting sebelum melakukan persetubuhan, dan di Islam hal ini sangatlah diperlukan. Khususnya, ciuman yang bergairah yang merupakan keharusan. Inilah hadis yang menerangkan ciuman yang bergairah:

Sunan Abu Dawud, 13:2380:
Diriwayatkan oleh Aisha: Nabi SAW biasa menciumnya dan menghisap lidahnya waktu dia (nabi) sedang puasa.

[Catatan: Aisha baru berumur 9 tahun saat dia menikah dengan nabi yang ‘remaja abadi’ pada usia 53 tahun !]

Remasan payudara dan menyusu

Langkah kedua dalam pemanasan adalah meremas payudara dan menyusu

Malik’s Muwatta, Book 30, Number 30.2.14:
Yahya menceritakan kepadaku apa yang dikatakan Malik yang didapatnya dari Yahya ibn Said: ada seorang berkata kepada Abu Musa al-Ashari, “Aku minum sebagian susu dari payudara istriku dan susu itu masuk kedalam perutku.” Abu Musa menjawabnya, “Aku pikir itu sebuah perbuatan haram.” Abdullah ibn Masud berkata, “Pendapat (aneh) macam apa yang kau berikan kepada orang ini.” Lalu Abu Musa balik bertanya, “Jadi apa yang akan kau katakan dalam hal ini?” Abdullah ibn Masud lalu berkata, “Hubungan batin hanya dapat diciptakan lewat menyusui (payudara istri) pada 2 tahun pertama (perkawinan).” Lalu Abu Musa menjawab, “Kalau begitu jangan tanyakan hal-hal seperti ini lagi kalau ada orang pandai seperti ini (maksudnya orang seperti Abdullah ibn Masud) ditengah-tengah kamu.”

‘Keluarin diluar’ (coitus interuptus)

Islam telah memberitahukan cara terbaik untuk mengindari kehamilan supaya budak perempuan tidak kehilangan nilai jualnya. Keuntungan lainnya dari ‘keluar diluar’ adalah waktu yang bisa dihemat supaya anda punya waktu untuk menggilir budak wanita selanjutnya.

Sahih Muslim, Book 8, Number 3373:
Abu Sa’id al-Khudri (Allah berkenan kepadanya) menceritakan: Kami menangkap perempuan-perempuan dan kami sengaja melakukan ‘keluar diluar’ terhadap mereka. Kemudian kami menanyakan hal itu kepada Rasul Allah (semoga damai besertanya), dan ia mengatakan kepada kami: Sungguh, sungguh dan sesungguhnya kau boleh melakukannya, tetapi jiwa yang harus dilahirkan pada Hari Penghakiman pasti akan dilahirkan nantinya.

Sahih Muslim, Book 8, Number 3376:
Abu Sa’id al-Khudri (Allah berkenan kepadanya) menceritakan bahwa Rasul Allah (saw) pernah ditanya tentang ‘keluar diluar’ dimana dia menjawab: Tidak ada kerugian jika kamu tidak melakukan hal itu, karena kelahiran seorang anak itu adalah hal yang sudah ditetapkan.

Muhammad (salah satu periwayat) mengatakan: Kata La ’alaykum (tidak ada kerugian) punya maksud implisit Melarang.

Persetubuhan masal dengan istri-istri

Persetubuhan masal adalah hal yang sangat biasa dalam dunia porno. Tetapi hal ini juga sering kali diceritakan dalam sastra Islam. Allah telah memberikan nabi kami kekuatan 70 orang laki-laki (dalam bersetubuh). Itu sebabnya kami menganggap nabi kami ini sebagai “superman sex”. Dia biasa melakukan persetubuhan masal dengan 9 istrinya.

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 5, Number 270:
Diriwayatkan oleh Muhammad bin Al-Muntathir: Atas otoritas dari ayahnya yang menanyakan soal ‘Aisha tentang perkataan Ibn ‘Umar (karena dia tidak suka menjadi Muhrim jika aroma wanita masih menempel pada tubuhnya). ‘Aisha mengatakan, “Aku mencium bau (wanita) pada Rasul Allah dan dia biasa menggilir (melakukan persetubuhan dengan) semua istrinya, dan pada pagi hari dia menjadi Muhrim (setelah mandi).”

Sahih Bukhari, Volume 7, Book 62, Number 6:
Diriwayatkan oleh Anas: Nabi biasa menggilir (melakukan hubungan sex dengan) semua istrinya dalam satu malam dan dia punya 9 istri.

Persetubuhan berkelompok dengan ibu dan anak perempuan

Persetubuhan berkelompok adalah sunnah suci sang nabi. Beberapa sahabat Nabi, bahkan biasa melakukan persetubuhan dengan ibu dan anak pada saat yang bersamaan. Tapi hanya Umar yang tidak suka melakukan hal ini dan melarangnya di kemudian hari.

Malik’s Muwatta, Book 28, Number 28.14.33:
Yahya menceritakan kepadaku apa yang dikatakan Malik yang didapatnya dari Ibn Shihab yang didapatnya dari Ubaydillah ibn Abdullah ibn Utba ibn Masud yang didapatnya dari bapaknya, bahwa Umar ibn al-Khatab waktu ditanya mengenai seorang wanita dan anak perempuannya yang menjadi milik tangan kanan (budak), dan apakah seseorang boleh menyetubuhi mereka satu per satu, Umar mengatakan, “Aku tidak menyukai melakukan (persetubuhan) berbarengan dengan mereka.” Itu sebabnya ia melarang hal itu.

Sex dengan mulut dan paha

Beberapa orang Barat pikir bahwa oral sex dan ‘main’ dengan paha adalah penemuan (sex) modern. Tetapi sekali lagi hal seperti ini disebut-sebut dalam buku Islam yang benar2 merupakan sebuah MUKJIZAT !

Sunaan Abu Dawud, Book 1, Number 0270:
Diriwayatakan oleh Aisha, Ummul Mu’minin: Umarah ibn Ghurab berkata, tantenya dari jalur ayahnya menceritakan kepadanya bahwa ia sempat bertanya kepada Aisha: Apabila salah seorang dari kita sedang haid padahal dia dan suaminya ingin sekali melakukan persetubuhan, bagaimana cara melakukannya? Dia menjawab: Aku ceritakan kepadamu apa yang dilakukan oleh Rasul Allah SAW (kepadaku).

Satu malam dia masuk (kedalam rumahku) pada saat aku sedang haid. Dia pergi ke tempat doanya, maksudnya, tempat yang dikhususkan dalam rumah memang hanya untuk keperluan berdoa. Dia tidak kembali ke kamar sampai aku tertidur nyenyak dan ia merasakan kedinginan. Dan ia mengatakan: Kemari dekati aku sayang. Aku jawab: Aku sedang haid nih. Dia berkata: Perlihatkan pahamu. Aku, selanjutnya, membuka pakaianku sampai kedua pahaku terlihat. Selanjutnya ia menempelkan pipinya dan dadanya ke pahaku dan aku merapatkan diriku kepadanya sampai dia merasa hangat dan akhirnya diapun terlelap.

Gaya anjing (doggy style!)

Gaya ini adalah satu dari gaya (sex) modern. Tetapi sekali lagi, gaya ini disebut-sebut dalam buku Islam berabad-abad yang lalu oleh sebab itu hal ini lagi-lagi sebuah MUKJIZAT Islam.

Sahih Muslim Book 008, Number 3364:
Jabir (b. Abdullah) (Allah berkenan kepadanya) menceritakan bahwa orang-orang Yahudi sering berkata bahwa laki-laki yang melakukan penetrasi ke vagina istrinya dengan posisi istrinya terlentang, istrinya akan hamil dan akan punya anak juling. Seterusnya ayatnya berkata, “Istrimu adalah mainanmu; jadi pergi kepada mainanmu, lakukan sesuai dengan kehendakmu.

Sahih Muslim, Book 008, Number 3365:
[Hadis ini diteruskan atas perintah Jabir lewat mata rantai periwayat. Tetapi dalam hadis yang diteruskan atas perintah Zuhri ada tambahan (kata-kata)nya];
“Jika sang suami suka, ia diperbolehkan (melakukan persetubuhan) lewat belakang atau lewat depan istrinya, tetapi harus lewat lubang (vagina) yang terbuka.”

Anal sex

Ada beberapa Muslim yang menganggap hal ini haram tetapi mereka sebenarnya hanyalah orang-orang yang tidak tahu untung. Walau sex lewat dubur tidak diperbolehkan dalam Islam tetapi hal ini dilakukan oleh banyak sahabat (nabi).

Mari kita cermati kata demi kata dari Jami al Tirmidhi.

Jami al Tirmidhi, Bab al Tafsir Vol. 2, p. 382, ‘Ayat Hars’:
“Ibn Abbas menceritakan bahwa Hazrat Umar pergi kepada Rasulullah dan mengatakan “Tuan, aku benar-benar hancur!” Rasulullah bertanya ‘Siapa yang menghancurkan engkau?’ Umar menjawab dengan mengatakan aku melakukan sex lewat dubur semalam. Rasulullah tidak menjawab Umar, lalu Allah SWT mengirimkan wahyunya seperti ini “Istrimu adalah mainanmu; jadi datangilah mainanmu itu kapan saja dan dengan cara yang engkau inginkan”

[Kata-kata ‘kabool wa Dhabar’ = lewat duburpun diperbolehkan]

Sekarang kita baca

Tafsir Qurtubi Volume 3, page 93, Ayat Hars:
“Fatwa-fatwa tentang ijin untuk melakukan sodomi terhadap wanita Saeed bin Maseeb Nafi, ibn Umar, Muhammad bin Kab, Abdul Malik, Imam Malik, kelompok besar diantara Sahabat dan Tabaeen menyatakan sodomi itu diperbolehkan.”

Menggunakan tongkat

Ini adalah cara yang tidak pernah disebut-sebut dalam buku-buku porno. Tetapi hal ini disebut-sebut di salah satu buku asli sunni Fiqh.

Tafseer Durre Manthur Ayat Hars:
“Abu Malika ditanya apakah melakukan sodomi terhadap wanita itu diperbolehkan. Ia menjawab “Tadi malam aku baru saja melakukan sodomi terhadap budakku, dan pada waktu penetrasi terasa sulit, aku mengambil tongkat untuk membantuku (melakukan penetrasi).”

Faithfreedom International | Faithfreedom Indonesia

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: