Berita Muslim Sahih

MENGENAL ISLAM LEBIH DEKAT DENGAN SEGALA KENYATAAN YANG ADA

Apakah INTERNET Akan Menghancurkan Islam?

Oleh: Wolfgang Bruno/David Wood

Kebenaran tentang Muhammad adalah salah satu rahasia yang paling erat tersimpan didunia ini. Selama berabad-abad, tidak mungkin untuk menyatakan keberatan sekecil apapun tentang Muhammad di negara-negara Muslim. Orang yang berani mbalelo akan segera dibunuh. Namun sekarang keadaan sudah berubah. Semakin banyak orang sekarang semakin ingin mempelajari Islam, dan Muslim tidak akan selama-lamanya bisa membungkam semua orang. Dengan adanya Internet, kini tidak mungkin lagi Muslim merahasiakan seluk beluk kehidupan Muhammad yang penuh darah.

Fakta tentang pendiri Islam ini tersebar dengan sangat cepat dan Muslim masih dengan susah payah mencoba membela agama mereka. Namun “information superhighway” ini sanggup melenyapkan kebodohan yang selama berabad-abad menjadi kekuatan dogma Islam. Pada akhirnya, Islam akan jatuh karena seluruh strukturnya dibangun atas kepercayaan bahwa Muhammad adalah contoh moral terbesar dalam sejarah, hal yang sangat mudah dibuktikan kepalsuannya.

Memang, internet sangat penting dalam mendidik non-Muslim DAN Muslim tentang sifat Islam sebenarnya, walaupun kebanyakan Muslim kebal terhadap kritik manapun. Tetapi tetap saja, ada diantara mereka yang masih bisa diraih. Ada sekitar 1 milyar Muslim nominal di dunia ini. Berapa dari mereka murtad secara rahasia?

Ibn Warraq memperkirakan bahwa 10-15% Muslim di Inggris sebenarnya memang murtad. Jika persentase itu diterapkan pada dunia Islam secara keseluruhan, ini bisa mencapai jumlah orang sebesar total penduduk Jepang. Walaupun tidak banyak muslim yang memiliki akses kepada internet, paling tidak sudah ada ratusan ribu dan mungkin saja jutaan murtad dalam cyberspace. Belum lagi puluhan juta Muslim yang sudah memiliki keraguan terhdp Islam.

Kita sekarang balapan dengan waktu, dan Muslim tahu benar. Oleh karena itu mereka bekerja sangat keras untuk menghancurkan kebebasan bicara dan kritik rasional di negara-negara kafir. Apakah Muslim akan terlebih dahulu mem-bom kebebasan berbicara, atau apakah dunia non-Muslim akan berhasil merebut bom itu dari tangan mereka?

Kita semua kena getahnya, suka atau tidak. Kita tidak hanya memerangi Islam tetapi membela kebebasan berbicara, dan dengan otomatis berarti membela demokrasi. Mungkin kita tidak bisa membunuh ular naga itu, tetapi paling tidak kita dapat membantu mereka yang mampu.

Nama Dr. Wafa Sultan sebelumnya kurang dikenal. Sampai saat ia tampil di TV Aljazeera dan “membantai” Islam dengan komentar-komentarnya.

TV memang media yang lebih ampuh dari internet. Memang banyak mantan Muslim lebih suka menyembunyikan diri dibelakang internet ketimbang menunjukkan muka mereka kepada jutaan muslim, yang sudah pasti ingin membunuh mereka. Disana banyak nama-nama seperti Ali Sina dan Ibn Warraq yang bisa membuat berdiri bulu kuduk para pembacanya.

Islam memang “dinosaurus dari jaman mammal”. Saya percaya ini memang benar. Namun, Islam tetap monster yang besar dan berbahaya dan sekarang monster itu menjadi lebih berbahaya lagi karena sedang luka-luka. Kami tidak boleh membiarkan mahluk macam itu berkeliaran bebas di jalan-jalan tempat tumbuhnya anak-anak kami. Kami perlu memenjarakannya dan berharap bahwa kekebalannya pada suatu saat akan rapuh dan pelan-pelan akan melemahkannya.

Kita sedang mengalami perang dunia, seperti perang dingin yang lebih panjang dengan banyak bentrokan-bentrokan kecil yang tidak berskala besar. Kita harus menahan sepak terjang Muslim, mengusir para muslim dari Barat (dan dari negara-negara sekuler lainnya) dan menuntut kerja keras para mantan Muslim. Kalau tidak, mau tidak mau, kita akan dihadapakan pada perang skala besar dengan korban tidak terhitung. Kami mungkin akan memenangkan perang itu, tetapi jumlah korban akan mencapai angka yang belum pernah disaksikan dalam sejarah manusia. Waktu semakin pendek. Ayo bergerak!!!

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: