Berita Muslim Sahih

MENGENAL ISLAM LEBIH DEKAT DENGAN SEGALA KENYATAAN YANG ADA

Novelis Inggris: “Al-Qur’an Sangat Mengecewakan”

Penulis Novel Sebastian Faulks menyebut Al-Qur’an sebagai ocehan orang gila

Sebastian Faulks, penulis buku-buku laris, memantik kemarahan kaum Muslim setelah mengklaim bahwa Al Qur’an tidak memiliki dimensi etis dan menyebutnya sebagai ocehan orang gila.

Ia mengatakan kitab suci umat Islam itu adalah sebuah buku dengan satu dimensi yang memiliki nilai sastra rendah, dan menambahkan bahwa jika dibandingkan dengan Injil maka pesan-pesannya terkesan “gersang”.

Faulks, yang terkenal dengan riset telitinya, baru-baru ini telah membaca sebuah terjemahan Al Qur’an untuk membantunya menulis novel terbarunya, A Week in December, yang akan dipublikasikan bulan September.

Sebastian Faulks (Novelis)

Tidak seperti hasil kerja historisnya yang dulu, seperti Birdsong dan Charlotte Gray, karya terbarunya ini dibuat dengan latar belakang London modern.

Karakter-karakter dalam ceritanya termasuk istri anggota parlemen termuda, seorang supir Tube, seorang manajer keuangan, dan seorang perekrut teroris Islam kelahiran Glasgow bernama Hassan Al Rashid.

Dalam penelitian untuk Al Rashid inilah ia mulai menyelami Al Qur’an, yang diyakini kaum Muslim sebagai firman Allah yang disampaikan melalui Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah The Sunday Times, Faulks mengatakan, “Benar-benar buku yang menekan. Hanya ocehan dari orang gila. Bersifat sangat satu dimensi, dan orang-orang berbicara mengenai keindahan bahasa Arab, namun terjemahan bahasa Inggris yang saya baca, dari sudut pandang sastra, sangat mengecewakan.”

Faulks mengklaim bahwa Al Qur’an tidak menawarkan kisah yang menarik dibandingkan dengan Injil, dan hanya memberitahu pembacanya untuk percaya pada Tuhan atau “terbakar selamanya”.

“Pesan-pesannya juga terasa kering. Maksud saya, ada beberapa bagian yang menyinggung soal diet, anda tahu, ekuivalen dari Perjanjian Lama, yang juga gila.”

“Namun, kehebatan dari Perjanjian lama adalah adanya kisah-kisah yang menakjubkan. Dari 100 kisah yang diceritakan, sekitar 99nya kemungkinan ada di dalam Perjanjian Lama dan sisanya di dalam Homer,” ujarnya.

“Al Qur’an tidak memiliki kisah-kisah semacam itu. Dan tidak memiliki dimensi etis seperti Perjanjian Baru, dan tidak ada rencana baru untuk kehidupan.”

Dan dalam sebuah gerakan yang kemungkinan besar akan memicu kemarahan kaum Muslim, ia mempertanyakan kemuliaan Nabi Muhammad.

“Yesus, tidak seperti Muhammad, memiliki hal-hal menarik untuk dikatakan. Ia menyodorkan sebuah cara revolusioner dalam melihat dunia: cintai tetanggamu, cintai musuhmu, bersikap baik pada orang lain, orang yang sabar akan mewarisi bumi. Muhammad tidak memiliki hal lain untuk dikatakan pada dunia, kecuali, “Jika kau tidak percaya pada Tuhan, kau akan terbakar selamanya.”

Ajmal Masroor, seorang imam dan juru bicara Masyarakat Islam untuk Inggris, mengatakan ia tidak mengenal deskripsi Faulks tentang Al Qur’an.

“Saya dapat menyusun daftar ribuan cendekiawan, politikus, dan akademisi yang tidak mengatakan hal lain selain pujian terhadap Al Qur’an, dan saya berbicara mengenai mereka yang non-Muslim. Thomas Jefferson, Abraham Lincoln, Nelson Mandela, Mahatma Gandhi, dan Bill Clinton adalah beberapa di antaranya.”

“Saya merasa komentarnya itu menakjubkan, bukan menyinggung. Terdengar seperti celotehan orang yang sedikit benci dan tidak obyektif. Saya ingin duduk bersama dan mendiskusikan Al Qur’an dengannya.”

Ia mengatakan pernyataan Faulks itu berisiko memicu kebencian bersifat relijius atas kaum Muslim.

“Serangan terhadap Islam bukan hal yang baru, namun bahayanya adalah hal ini akan menimbulkan efek yang “menetes”.”

“Orang-orang sepertinya tidak memahami konsekuensi dari mengucapkan hal-hal seperti ini bisa sangat buruk. Sejarah memberitahu kita bahwa ejekan bisa memicu kebencian.”

Inayat Bunglawala dari Dewan Muslim Inggris mengatakan sudut pandang Faulks mengenai Al Qur’an cenderung “tertutup”.

“Nabi Muhammad seringkali direndahkan oleh orang-orang baik di masanya sendiri maupun setelahnya yang menyebutnya sebagai ‘orang gila’ atau ‘kesurupan roh jahat’ sebagai sebuah upaya untuk menyingkirkan pesan-pesannya yang indah,” tambahnya.

“Sebastian Faulks mungkin perlu menarik pelajaran bahwa mereka yang merendahkan Nabi kini semuanya telah lama dilupakan, sedangkan Nabi masih diingat dengan rasa cinta dan kekaguman.”

Sebuah fatwa yang memerintahkan eksekusi Salman Rushdie, seorang penulis, dikeluarkan tahun 1989 oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin spiritual Iran saat itu.
Ia memandang buku Rushdie, “Ayat-Ayat Setan”, yang dipublikasikan tahun 1988, sebagai sebuah penghinaan besar terhadap Islam. (rin/tlg)

Sumber: Siap Murtad Weblog

7 responses to “Novelis Inggris: “Al-Qur’an Sangat Mengecewakan”

  1. suprabowo 9 Januari 2010 pukul 9:33 AM

    Aduh bro ini gimana sih, kan di Al Qur’an udah ada tantangan untuk membuat yang lebih bagus dari Al Quran. Kalau Al Qur’an itu bahasa rendahan, coba deh buat yang mirip sama Al Qur’an. Ntar kita bandingin, mana yang lebih baik. Gitu aja kok repot (Gus Dur mode on). Peace

  2. damai1985 10 Januari 2010 pukul 8:24 PM

    “Yesus, tidak seperti Muhammad, memiliki hal-hal menarik untuk dikatakan. Ia menyodorkan sebuah cara revolusioner dalam melihat dunia: cintai tetanggamu, cintai musuhmu, bersikap baik pada orang lain, orang yang sabar akan mewarisi bumi. Muhammad tidak memiliki hal lain untuk dikatakan pada dunia, kecuali, “Jika kau tidak percaya pada Tuhan, kau akan terbakar selamanya.”

    JADI YANG BILANG MUHAMMAD GILA DAN MENGHINA AL QUR’AN INI PENGIKUT SIAPA???KOK GA NGIKUT APA KATA YESUS???

    hfffffff…..omong kosong lainnya…

  3. netvigator 11 Januari 2010 pukul 2:17 PM

    buat yg punya blog..
    gue muslim tp teman gue banyakko’ non muslim kek. kristen dan hindu tapi kami berteman sangat akrab dah kek sodara sendiri malahan…, saling ngebantu and saling pengertian…. dan saling mengingatkan jikalau ada kesalahan…

    lo sangat busuk pengen adu domba agama… ckckckck…

    loe itu cuma orang yg iri ngelihat islam berjaya,,, makanya loe ngejlek-jlekin deh….

    iri tanda tak mampu…..inget tuh….
    sadar lah coy…. jangan ampe nyessal….

    lu mau buat 10000000000 blog ke’… tuk jlek2kin islam… nga ada gunanya nga’ ngefek…. malah ellu yg di cap jlek….

  4. agroandedu 14 Januari 2010 pukul 1:43 AM

    MAKLUM KARENA QUR’AN BUKAN NOVEL…

  5. agroandedu 14 Januari 2010 pukul 1:47 AM

    ALQURAN GAK ADA CERITA SEX YANG FULGAR…KAOO DI ALQURAN DENGAN BAHASA HALUS “ISTRI /SUAMI MU ADALAH PAKAIAN BAGIMU DAN SEBALIKNYA”…kata 2 yang sangat ringkas tapi penuh dengan makna…kalau kita mau berfikir…….quran: ‘istrimu adalah ladang bagimu” maknanya sangat dalam bukan???? KARENA LADANG ITU UNTUK DIRAWAT, DINIKMATI HASILNYA, DIKELOLA, DIMILIKI, DIJAGA, DISAYANGI, DIHARAPKAN, TUMPUAN HIDUP, MEMBANTU DALAM KEHIDUPAN..DLLL…..MAKNYA SANGAT LUAS BUKAN????INDAH BUKAN???

  6. yousucckk 15 Januari 2010 pukul 12:37 PM

    Al-Quran Tetap Utuh Di Tengah Kebakaran

    mau bukti : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3148105

    penduduk di dunia mayoritas 85% memeluk agama muslim….

    thanks.

    jadi klo mau menghina agama islam pikir2 dlu ya bozz.

  7. theorangmuda 20 Januari 2010 pukul 5:07 AM

    Ketelitian bukanlah boleh menjamin sesuatu penulisan itu bermutu.Ketelitian yang ada hanya untuk merendah-rendah hak orang lain dan ingin mencari kecacatan orang lain,ianya boleh mendorong sipenulis menyembunyikan fakta yang benar. Ketelitian hendaklah disertakan perasaan benar-benar ingin mencari fakta yang betul…ingin mencari kebenaran yang hakiki tanpa ada perasaan curiga walau pun kepada pihak yang kita benci. Bolehkah anda membuang dahulu perasaan kebencian…buang dahulu perasaan penuh curiga… dan lain lain yang negatif sebelum memulakan kajian atau penulisan, kerana hal-hal ini saya kira ianya merupakan prasyarat untuk menghasil kajian atau penulisan yang bertaraf profesional.Kalau syarat ini tidak dapat dipenuhi maka hasil kajian atau penulisan tersebut hanya sekadar medan untuk mengina orang lain…medan untuk melepas geram…medan meluahkan kotoran yang ada dalam jiwa si penulis saja.
    Tidak mungkin tiada satu pun yang baik dalam islam…kami pun cerdik macam anda juga.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: