Berita Muslim Sahih

MENGENAL ISLAM LEBIH DEKAT DENGAN SEGALA KENYATAAN YANG ADA

Hubungan Nazi dengan Terorisme Islam

_________

THE NAZI CONNECTION TO ISLAMIC TERRORISM

Foto tahun 1943, menunjukkan Mufti Agung Yerusalem, Haji Amin al-Husseini, memeriksa Pasukan Muslim asal Bosnia—sebuah unit divisi Handzar (Scimitar), bagian dari Nazi Waffen SS, dimana perekrutannya dilakukan oleh al-Husseini sendiri, sebagai persembahan istimewa untuk Hitler.


Buku terkini Chuck Morse, “The Nazi Connection to Islamic Terrorism, Adolf Hitler and Haj Amin al-Husseini,” (Keterkaitan Nazi dengan Terorisme Islam, Hitler dan Haji Amin al-Husseini) memaparkan secara jelas dan sangat tajam sejarah bagaimana Islamo-Fasisme dan Terorisme Jihad telah menjadi filosofi politik ranah Arab. Hal ini adalah kisah tersembunyi tentang bagaimana Nazisme mengakar ke dalam dunia Islam lewat usaha-usaha tak kenal lelah dari Mufti Agung Yerusalem, dengan tujuan memusnahkan Yahudi di Palestina.

Morse menulis:

Holocaust Nazi telah memulai babaknya pada 25 November 1941, lewat sebuah petemuan di Berlin antara Mufti Agung Yerusalem, Haji Amin al-Husseini (1895-1974) dengan Fuhrer Nazi, Adolf Hitler. Dalam pertemuan yang terdokumentasi rapih tersebut, Hitler menjanjikan pada al-Husseini jabatan sebagai pemimpin Palestina pan-Arab, begitu Hitler mampu menguasai Eropa. Hitler akan mengirim The Wehrmacht, mesin perang Nazi, secara kilat (blitzkrieg) menyusuri Caucasia dan masuk jazirah Arab lewat misi samaran membebaskan Arab dari Inggris.

Perlu dicatat bahwa hanya dalam waktu dua bulan setelah pertemuan itu, diselenggarakanlah konferensi Wansee yang terkenal dengan keputusannya untuk mengenyahkan bangsa Yahudi di Eropa.

Meski selama perang al-Husseini tinggal di Eropa, dia dapat lolos dari Pasukan Sekutu dan melarikan diri ke Kairo. Saat para pucuk pimpinan Nazi disidangkan di Nuremberg, al-Husseini tak tersentuh dan karenanya ia menjadi “Dalang” pelestarian program Genosida Hitler diranah Arab.

Selama Perang Dunia II, ia merekrut Muslim-muslim Bosnia ke dalam Brigade Hanshar (SS Moslem Nazi) yang membantai Yahudi dan Kristen Serbia di Yugoslavia—yang saat itu dikuasai Nazi. Akibat memori penjagalan itulah, Serbia mengejar Muslim Bosnia 50 tahun kemudian.

Setelah perang, al-Husseini membangun jaringan antara pengikut Nazi dan Muslim di Arab, dan siapapun di tanah Arab yang menghalanginya, akan disingkirkannya. Itulah mengapa saat ini kaum moderat di dunia Arab sangat sedikit. Al-Husseini membunuh sebagian besar dari mereka.

Husseini merintis karirnya setelah Perang Dunia I, saat pemimpin Arab Moderat, Emir Faisal, menandatangani persetujuan dengan Chaim Weiszmann, mengenai pengakuan Deklarasi Balfour yang berisi fasilitasi pengembangan sebuah negara Yahudi Palestina.

Faisal percaya bahwa sebuah negara Yahudi Palestina akan membantu dunia Arab yang baru saja merdeka untuk menjadi negara-negara modern dengan keadaan ekonomi mapan. Tapi Husseini menentangnya, dia menghasut untuk melakukan POGROM—kerusuhan bersenjata terhadap suku etnis atau kelompok agama tertentu yg “direstui” oleh pemerintah; biasanya diikuti dengan penjarahan, perusakan harta benda pemerkosaan, dan pembunuhan massal.

[Kata POGROM adalah turunan dari bahasa Rusia POGROMIT (merusak); Rusia adalah tempat pertama terjadinya POGROM modern, yaitu terhadap minoritas Yahudi yg dimulai pada tahun 1881. Selama perang sipil Rusia (1918-1923), seluruh angkatan bersenjata melakukan pembasmian terhadap Yahudi, meski pemerintahan Lenin tercatat menentang kekerasan anti-semit. Bibliography: Laqueur, Walter. A History of Zionism. New York: Holt, Rinehart, 1972. http://www.answer.com –untuk memaksa pemukim Yahudi keluar. POGROM pertama terjadi pada 1920.]

Morse menulis:

Pada tahun 1921, tak lama setelah POGROM pertama pada tahun 1920, karena alasan misterius dan sampai sekarang tidak masuk akal, Komisaris Tinggi Inggris untuk Palestina, Sir Herbert Samuel, seorang Yahudi-Inggris, memerintahkan penunjukan al-Husseini sebagai Grand Mufti Jerusalem.

Meski mendapat tentangan keras, al-Husseini tetap meneruskan usaha penghasutannya untuk melakukan kekerasan terhadap Yahudi di Palestina dan menyuburkan kebencian Yahudi di seantero Arab. Ia juga dengan brutal menyingkirkan orang Arab yang menghalanginya. Pada th 1937, Husseini bertemu dengan Adolf Eichmann di Palestina dan setelahnya, ia diangkat menjadi agen bayaran Nazi. Pada tahu 1941, Husseini pindah ke Bagdad, dimana ia terlibat mengorganisir kudeta oleh para pejabat pro-Nazinya Rachid Ali, melawan pemerintahan Inggris di Irak. Saat kudeta gagal, Husseini lari ke Roma lalu ke Jerman.

Salah satu pelaku kudeta di Irak adalah Jendral Tufah Khariallah, paman, pelindung, mentor dan kelak mertua Saddam Hussein. Sang Mufti juga adalah mentor dan paman Yasser Arafat.

Buku-buku sejarah MENGABAIKAN fakta bahwa sekitar 100.000 Muslim Eropa bertempur mendukung Nazi dalam Perang Dunia II, termasuk Divisi Waffen SS Muslim Bosnia, 1 Divisi Waffen SS Albania di Kosovo dan di Macedonia Barat, Waffengruppe der-SS Krim, yang terdiri atas Muslim Chechen dari Chechnya dan Bosnia-Herzegovina.

Muslim Bosnia, dibawah rezim Kroasia pro-Nazi Ustasha, sangat brutal terhadap kaum Kristen Serbia. Pada tahun 1943, terdapat sebuah laporan mengenai kegiatan Ustasha:

Teror Ustasha dimulai di Mostar. Kaum Ustashi, yang mayoritasnya adalah penduduk Muslim setempat, melakukan penahanan, pencarian, dan memuat orang-orang Serbia kedalam kapal atau membunuh mereka dan melemparkan mayat-mayat mereka ke sungai Neretva. Mereka melempar orang-orang Serbia hidup-hidup ke jurang dan membakar seluruh keluarga didalam rumah. Diluar Zagreb, Ustasha menguasai Sarajevo, dimana para Muslim melakukan tindakan barbar dengan membunuh perempuan dan anak-anak, bahkan dengan gunting.

“Kekejaman kaum Ustashi”

Menggunakan palu untuk menghancurkan kepala-kepala orang Serbia → http://www.srpska-mreza.com/library/facts/axed-head.html

Menggunakan gergaji untuk memenggal kepala orang Serbia. (The Ustashi very often used the most primitive weapons, such as forks, spades, hammers and saws, to torture their victims prior to their execution... In this photograph Ustashi are holding a knife, a gun and a saw. They are torturing an Orthodox Serb prior to executing him.) → http://www.srpska-mreza.com/library/facts/knifed.html

Dengan senyum sadis sang Ustash memotong kepala seorang lelaki Ortodox Serbia dengan kampak. → http://www.srpska-mreza.com/library/facts/u-smile.html

Muslim Ustashi bersiap-siap menggorok leher orang Serbia. Lihat bagaimana sang Ustashi memegang piring untuk menghindar seragam mereka terkena cipratan darah korban. → http://www.srpska-mreza.com/library/facts/dish.html

Lelaki 26 thn disiksa secara kejam oleh Muslim-muslim Ustashi. Kedua kakinya dipatahkan, kupingnya dipotong, matanya dicongkel, dadanya ditusuk dan jantungnya dicabut lewat lobang besar di dadanya. Menurut saksi mata, jantung korban masih berdetak di tangan sang Ustashi. → http://www.srpska-mreza.com/library/facts/platon.html

Muslim Ustashi sedang memegang kepala seorang pendeta Orthodox Serbia. → http://www.srpska-mreza.com/library/facts/priest.html

Lelaki Serbia yang dipotong kepalanya oleh Muslim Ustashi. Tradisi Islami ini masih hidup dan terulang di Bosnia pada tahun 1990'an. → http://www.srpska-mreza.com/library/facts/head-off.html

Wanita diperkosa dan disiksa! Peristiwa Mei 1998 di Jakarta ternyata memang Modus Operandi Muslim khas dari jaman ke jaman, dari negara ke negara. → http://www.srpska-mreza.com/library/facts/tortured.html

1941: Anak-anak di kamp konsentrasi Stara Gradiska pelan-pelan mati karena kelaparan. Pemerintah Kroatia (Andrija Artukovic, Mendagri) memerintahkan agar caustic soda dicampur kedalam makanan mereka untuk membunuh mereka. → http://www.srpska-mreza.com/library/facts/children-41.html

“Bahkan pihak Nazi kaget dengan kekejaman Muslim Ustashi”

Seorang Serbia Orthodox sedang dilempar hidup-hidup kedalam sebuah lobang penguburan massal di kamp konsentrasi terkenal, Jasenovac, tahun 1942. → http://www.srpska-mreza.com/library/facts/pit.html

28 April 1941 (18 hari setelah dibentuknya “Negara Independen Kroasia” oleh Muslim Ustashi), Ustashi mengepung desa-desa Gudovac, Tuke Brezovac, Klokocevac dan Bolac, di distrik Bjelovar, dan menangkap petani Orthodox. Mereka diperintahkan menggali kuburan mereka sendiri. Setelah selesai, tangan mereka diikat dan mereka didorong hidup-hidup kedalam lobang-lobang tersebut.

Kelakuan barbar itu sampai membuat tidak enak tentara Nazi, sampai mereka membentuk komite untuk menggali mayat-mayat tersebut dan memfoto bukti-bukti peristiwa penguburan rakyat secara hidup-hidup itu. Proses ini dimuat dalam dokumen resmi Nazi berjudul, “Ustachenwerk bei Bjelovar” (Hasil Kerja Ustashi di Bjelovar).

Sebuah eksekusi masal atas penduduk Serbia oleh Muslim-muslim Ustashi di Brode (dekat Vukovar), th 1941. Pasukan Nazi sedang melihat hasil kerja Muslim-muslim Ustashi. → http://www.srpska-mreza.com/library/facts/heap.html

Pihak Nazi begitu SHOCK dgn kekejaman Ustashi sampai mereka mendirikan komisi khusus utk menyidik kekejaman-kekejaman tersebut. Malah Gereja Orthodox Serbia memohon langsung kepada jendral Nazi, Dukelman, untuk memerintahkan dihentikannya kekejaman-kekejaman Ustashi.

Kaum Nazi Jerman dan fasis Italia berhasil mengekang kaum Ustashi di Kroasia, dan menempatkan mereka dibawah pengawasan. Tetapi begitu kaum Nazi meninggalkan Kroasia, kam Ustashi malah meningkatkan kekejaman mereka. Kebijakan mereka adalah ELIMINASI TOTAL penduduk Serbia lewat pemaksaan masuk Islam, pengusiran atau pembunuhan massal.

Para korban di-eksekusi di jembatan-jembatan dan lalu dilempar ke sungai. Mei 1941, Muslim-muslim Ustashi menguasai kota Glina. Mereka mengumpulkan lelaki-lelaki Orthodox usia 15 tahun keatas dari Karlovac, Sisak dan Petrinja, menggiring mereka keluar kota dan membunuh ke-600 lelaki dengan senapan, pisau dan palu.

Mayat orang-orang yang diekseksui Muslim-muslim Ustashi dan dilempar ke sungai Kupa, Mei 1945. → http://www.srpska-mreza.com/library/facts/mass-grave.html

_________

Setelah membaca buku ini, anda akan mudah memahami akar dari Islamo-facism dan terorisme jihad. Pengarang menyertakan dalam buku ini dokumentasi terinci dan juga foto-foto yang menunjukan Husseini sedang memeriksa pasukan Muslim Nazi-nya. Morse memaparkan bagaimana warisan kebencian dan usaha pembunuhan Husseini, dan tujuannya untuk menghancurkan Israel, telah diteruskan oleh Arafat dan anak buahnya sampai sekarang ini.

Husseini dan Hitler

Husseini bersama tentara Nazi Ustashi

Sumber: Faithfreedom Indonesia

Comments are closed.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 7.003 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: