Sekarang Aku Berpedoman
SEKARANG AKU BERPEDOMAN
oleh: Muhammad Bin Abdullah
Ternyata mudah bagiku. Heran aku mengapa begitu mudah bagiku untuk mencapai hal yang bagi orang lain sangat sukar dicapai. Sepertinya bagi mereka meninggalkan agama sendiri adalah tindakan bunuh diri. Tampaknya meninggalkan agama membuat mereka jadi anak yatim piatu secara psikologis dan terbuang karena dibenci dan dicampakkan oleh sanak saudara, teman2, masyarakat, tempat kerja, dll. Tapi sebenarnya, sebelum aku meninggalkannya, Islam memenuhi kebutuhanku. Suatu saat dalam hidup, kita merasa kalah, ditinggalkan, tanpa harapan, dan putus asa. Aku akui pada saat susah itulah orang harus punya tempat berlindung, tempat untuk memohon tanpa rasa malu. Agama berperan besar sekali untuk mengisi kekosongan mental di saat sukar. Agama itu bagi saya dulu adalah Islam.
Tapi sekarang tidak lagi. Prosesnya seperti metamorfosa yang lama, teratur, dan masuk akal, dari perbudakan hina di penjara ke kemerdekaan yang cemerlang, yang bisa bertahan dari segala ancaman, godaan, keserakahan, atau ketakutan. Aku anggap ini sebagai prestasi TERbesar dalam hidupku. Untungnya, ini tidak timbul dari trauma pribadi yang bisa2 mengaburkan pandanganku. Ketidakpercayaanku pada Islam muncul dari sumber2 yang dapat dipercaya seperti pengalaman hidupku, belajar tahunan tentang Qur’an, Shahih Bukhari, biografi sang Nabi, dan sejarah Muslim yang ditulis oleh para ahli Muslim.
Apakah engkau ingin punya perjalanan yang luarbiasa dan penuh warna ke dalam imanmu sendiri? Ikutlah aku, aku akan memukaumu dengan kejutan, rasa sakit, tidak percaya, dan pada akhirnya kemerdekaan. Engkau tidak perlu jadi ilmuwan terkemuka atau terpelajar; hanya dibutuhkan sedikit akal sehat untuk menunjukkan padamu kebenaran yang sebenarnya berlawanan dengan yang telah ditunjukkan padamu dan diajarkan padamu sejak masih kecil, jika engkau seorang Muslim.
Aku mendengar tentang Tentara yang bersenjata lengkap yang tanpa pandang bulu membunuh jutaan penduduk sipil dan memperkosa dua ratus ribu perempuan. Aku dengar sekitar delapan juta orang yang terusir dari tempat tinggalnya berjalan dengan kaki telanjang untuk mengungsi ke negara tetangga. Lembaga Kepemimpinan Islam mendukung para tentara penyerang ini dalam menangkap dan membunuh pejuang2 dan orang2 non-Muslim yang ingin merdeka, dan memperkosa para wanita dalam skala raksasa. Setiap mesjid yang berjumlah ribuan menjadi bangunan ideologi yang melambangkan pembunuhan dan pemerkosaan masal. Dan para pembunuh dan pemerkosa ini adalah orang2 yang berasal dari daerah yang sama dengan para pejuang kemerdekaan dan para wanita yang diperkosa itu. Penduduk sipil dan pejuang yang dibantai itu adalah orang2 Bangladesh dan para tentara yang membunuh dan memperkosa itu adalah tentara Pakistan dan ini terjadi di tahun 1971. Semua negara2 dan masyarakat Muslim di seluruh dunia diam saja dan memihak pembunuhan dan pemerkosaan di dalam nama Islam.
Pesannya sudah jelas. Ada sesuatu yang sangat salah, baik pada seluruh Pemimpin Islam atau pada agama Islam itu sendiri. Mengapa satu dari beberapa ribu pemimpin2 Islam selalu menjadi pembunuh and pendukung para pembunuh?
Buku2 menerimaku dengan tangan terbuka. Aku keranjingan mempelajari Qur’an, Shahih Bukhari, Sejarah Islam, Riwayat Hidup Sang Nabi, Syariah (Hukum Islam) dari berbagai sekte, dan beratus-ratus buku Islam. Buku2, Internet, percakapan dalam kelompok, kuliah2 Islami, kaset dan video rekaman memenuhi ruang belajarku. Bumi diam2 tetap berputar mengelilingi matahari. Hidupku pelan2 berubah jungkirbalik, keyakinan dan kebenaran imanku mulai berputar menyakitkan dalam kandungan waktu. Semua hobiku mundur dan melihat dengan penuh rasa ingin tahu dari jarak tertentu. Tatkala semua informasi ini saling terjalin, aku mulai menulis di media dan mengalami interaksi dengan berbagai jenis manusia. Beberapa memujiku, yang lain ingin tahu. Beberapa ingin memasakku hidup2. Aku waspada agar semua pujian dan kebencian padaku tidak mempengaruhi pandanganku. Puluhan tahun berlalu, sebuah pintu kebenaran yang misterius pelan2 mulai terbuka. Cahaya indah ke luar dari pintu itu. Semua hal jadi jelas, dan aku terpesona. Iya, memang benar! Semua 1,2 milyard orang Muslim itu salah. Mereka terjebak dalam khayalan utopia, istana impian yang romantis dan indah yang bernama Islam. Mereka semua itu salah, sama seperti semua orang di dunia salah waktu mengira dunia itu datar.
Istana Muslim yang indah mengapung di udara tanpa disangga oleh pilar2 kebenaran. Mereka tidak tahu akan hal itu. Mereka tidak mau tahu, mereka tidak akan pernah tahu. Kala kebanyakan Muslim hidup damai, Islam menyediakan ladang pembibitan yang sempurna bagi beberapa Maolana2 pembunuh yang dapat muncul setiap waktu. Mereka mendapat kekuatan hidup dari perintah2 kejam di Qur’an dan kehidupan Nabi. Dan obsesi tentang iman yang dipelihara para Muslim yang hidup damai justru memperkuat pertumbuhan orang2 Islam pembunuh. Para Muslim diajar untuk percaya setiap huruf di Qur’an secara membuta dan memelihara kalimat2 dan kata2 di Qur’an/Hadis bahkan dengan bayaran nyawa manusia dari kelompok lain, orang lain, dan non-Muslim.
Kegiatan belajarku yang seksama terus berlanjut. Dalam riwayat hidup Muhammad, Shahih Bukhari dan sejarah Islam, kutemukan kekejaman luarbiasa dari Sang Nabi. Aku melihat kepemimpinannya yang hebat, kebaikan, dan sifat pemaafnya di kasus2 penyiksaan pribadi terhadap dirinya di hari2 awal Islam. Dan hanya bagian inilah yang diceritakan pada para Muslim, dan bukan kekejamannya di tahun2 berikutnya. Di awal periode Islam, pengabdian dirinya mengagumkan. Tatkala uang dan wanita ditawarkan pada dirinya agar ia berhenti mengajar Islam, ia berkata, “Bahkan jika aku diberi matahari di satu tangan dan bulan di tangan lainnya, aku tetap tidak akan berhenti berkhotbah.”. Dan lalu aku melihat Nabi yang sama ikut membantai suku2 non-Muslim, menjual budak2 dari segala usia, laki dan perempuan, anak2, tua dan muda. Aku melihat ia mengajar pengikutnya untuk membunuh orang lain dengan dasar iman, meniduri budak2 wanitanya, mengawini anak kecil, nafsu berahinya (yang dengan jelas diungkapkan di buku2 Islam) pada menantunya (istri dari anak angkatnya), merampas harta non-Muslim dan mengambil perempuan2 yang paling cantik, berhubungan sex dengan para wanita tawanan yang para suami dan ayahnya baru beberapa hari yang lalu dibunuh. Lalu aku melihat kekejamannya yang luar biasa untuk mendirikan Islam, potong tangan/kaki dan menusukkan paku panas pada mata tawanannya sebelum akhirnya membunuhnya, mengutuki non-Muslim, membakar kebun buah mereka, menghancurkan patung2 mereka. Aku melihat ia membunuh musuhnya kala mereka tidur, mengizinkan berbohong pada rekannya untuk membunuh musuh, permainan politiknya yang penuh tipuan di Khandak, menghipnotis pengikutnya untuk membunuh, bahkan ayah2, kakak-adik, dan keluarganya sendiri yang non-Muslim. Ini semua ditulis di buku2 Islam termasuk Shahih Bukhari, yang terus kupelajari. Tentu saja aku juga melihat ia mendirikan hak2 para wanita yang tadinya tidak ada, tapi lagi2 ini dilakukannya dengan menetapkan hukum2 yang kejam dan menghina status para wanita yang sama itu pula. Meskipun begitu, ia tetap tampak sebagai “Yang pengampun pada seluruh dunia” di mata pengikut2nya yang terkelabui. Tidak dapat disangkal bahwa dari padang pasir dalam jangka waktu 1.500 tahun, ia tetap dianggap sebagai, bukan orang yang terbaik, tapi “Orang yang Paling Berpengaruh.”
Aku menemukan suatu kenyataan dalam segala kekacauan di Qur’an/Hadith. Qur’an tidak berisi satupun ajaran kebajikan yang tidak terdapat sebelum Islam. Manusia tidak akan kehilangan satu pun nilai moral jika Islam tidak ada esok hari. Mengatakan hal2 yang baik itu mudah. Semua kata2 baik di Qur’an bisa dikatakan oleh siapapun yang punya hati nurani, bahkan seorang atheis sekalipun. Qur’an mengungkapkan banyak porsi yang ditujukan untuk membolehkan melakukan kekerasan pada non-Muslim dan orang Yahudi. Tidak ada yang dapat dikatakan sebagai “salah pengertian” di sini. Kamu tidak bisa salah mengerti arti kata “membunuh” (killing) jadi “mencium”(kissing) atau sebaliknya. Orang2 Muslim tidak salah mengerti waktu membaca pemukulan pada istri, menikahi 4 istri, menceraikan istri sesukanya tanpa alasan jelas atau penjelasan pada siapapun, meniduri sebanyak mungkin budak2 perempuan, berdagang budak, “membersihkan” Semenanjung Arab dari penganut kepercayaan lain, wanita hanya dapat ½ warisan, wanita kurang berharga sebagai saksi di pengadilan, hukum2 yang menindas non-Muslim. Omar tidak salah mengerti waktu ia menuruti satu dari tiga perintah Nabi yang terakhir dengan “membersihkan” gurun Arab dari orang2 non Muslim. Bukankah kita juga masih melihat “nilai2” Islam ini di hukum2 negara2 Islam seperti Nigeria, Pakistan, Afghanistan ……?
Tidak seperti agama2 lain, Islam mengontrol orang Muslim di setiap detik di setiap kegiatannya, termasuk menggunakan kaki kiri untuk ke luar dan kaki kanan untuk masuk ke dalam rumah. Ini juga mendorong bahaya kekuatan Muslim untuk membentuk negara Islam, bahkan jika itu harus dilaksanakan dengan menggunakan kekerasan dan pembunuhan orang2 non-Muslim.
Qur’an juga tidak punya kronologi (urutan tulisan/keterangan yang jelas). 86.000 tulisan dikumpulkan, dibagi, dicampur aduk dengan cara yang sangat kacau. Untuk setiap topik, orang harus membaca loncat2 di seluruh Qur’an hanya untuk menemukan satu kalimat di sini dan yang lain di sana. Aturan2 dan hukum2 yang sangat penting dibiarkan tidak jelas dan secara riskan dibiarkan saja terbuka untuk dimengerti dan diterapkan orang2 dari berbagai kalangan dan moral. Tidak ada kesesuaian dari perintah satu dengan yang lain untuk masalah yang sama. Topik tulisan tiba2 berubah dari Kutub Utara ke Kutub Selatan di kalimat berikutnya. Bencana2 alam digunakan sebagai ancaman2. Tujuan Qur’an untuk menjebak orang dengan menakut-nakutinya tampak jelas. Usaha untuk menarik orang dengan umpah “murahan” seperti sex dengan wanita2 cantik di surga tampak nyata. Kelakuan ini semua tidak sesuai dengan agama illahi yang agung dan terhormat.
Islam juga sangat sensitif dan sekaligus sangat terpikat pada sex. Penjabaran di Qur’an tentang sex terasa berlebihan dan terlalu aktif. Lelaki diperbolehkan meniduri budak2 wanitanya tanpa menikahi mereka, tapi berhubungan sex selain dengan istri2 dan budak2 wanita, juga bahkan diantara dua orang dewasa sekalipun, dianggap sebagai dosa atau pelanggaran yang paling, mungkin yang PALING, berat di surga dan bumi. Islam sepertinya berpendapat bahwa semua orang laki di dunia akan loncat dan mencoba meniduri wanita manapun kalau ada kesempatan. Untuk “melindungi” manusia dari “pelanggaran seksual”, Islam tidak bertindak lebih bijaksana daripada sekedar memaksa para wanita menutupi tubuhnya dan memisahkan mereka. Pendidikan moral dengan hukuman/undang2 tidak diutamakan sebagaimana harusnya. Ini menghina para pria yang bermoral dan berakhlak. Semua perlakuan terhadap sex ditujukan secara serius dan jelas buat pria untuk melawan kaum wanita. Qur’an tidak memandang malapetaka kriminal seperti pemusnahan ras dan pemerkosaan masal sebagai kejahatan yang lebih serius daripada “pelanggaran seksual.” Konsep dan cara menangani berbagai bentuk kejahatan dalam Qur’an sangatlah miskin dan terbatas pada daerah Timur Tengah saja. Pandangan Qur’an tentang mencuri tidak melampaui batas waktu dan tempat asalnya tanpa pengertian betapa luas, kompleks, dan terselubungnya tindakan mencuri itu dapat terjadi. Hanya ada satu macam saja hukuman untuk mencuri, yakni potong tangan pencuri. Qur’an menjanjikan makanan untuk setiap orang tapi jutaan orang mati kelaparan dalam ribuan tahun terakhir ini. Qur’an mengumumkan belas kasihan pada pengikutnya tapi tidak dapat menyelamatkan ratusan jemaah haji yang mati terbakar sewaktu naik haji. Qur’an bahkan tidak dalpat menyelamatkan pengikutnya dari aliran pengikut Islam yang lain seperti yang terjadi antara pembunuhan Shia-Sunni Ahmadi. Dan setelah itu Islam mengumumkan untuk mengerjai non-Muslim.
Dalam Islam, manusia dianggap sebagai keping2 uang untuk membeli rasa senang Tuhan, seperti memerdekakan para budak untuk “membersihkan” diri dari dosa2. Orang2 kaya memilih untuk bisa memerdekakan budak2 dan menjalankan ibadah haji. Kaum manusia dianggap sebagai musuh Tuhan. Meteor2 terbakar di langit dianggap sebagai panah2 untuk setan. Para jin disebut suka naik ke angkasa untuk mendengar gosip para malaikat. Nabi Musa diceritakan lari telanjang di jalan yang ramai. Monyet2 dirajam karena melakukan perzinahan. Setelah “tenggelam”, matahari digambarkan menyembah Tuhan untuk minta izin terbit di keesokan harinya. Bayi2 yang baru lahir katanya menangis karena dicubit setan. Menguap dianggap sebagai sesuatu yang tidak disukai Tuhan. Tidak satupun hal dalam Qur’an yang melampaui daerah Arab. Semua nabi2 dan tokoh2, masalah2 dan pemecahannya, harapan2 dan inspirasi2, sebab dan akibat, hanya berputar di sekitar Timur Tengah kuno belaka. Tidak seorang pun nabi atau tokoh Islam dan Qur’an melampaui daerah Timur Tengah, sama seperti semua dewa2 di Hindu berasal dari India.
Setelah mempelajari Qur’an, Hadith, riwayat hidup sang Nabi, dan sejarah Islam selama bertahun-tahun dengan pikiran yang terbuka, aku menghubungkan waktu lampau dan waktu masa kini. Orang2 mencoba untuk memperbaharui Islam. Tidak pernah berhasil. Lagi2 dan sekali lagi Islam digadaikan dalam tangan kekuasaan pemerintahan yang bengis, sedangkan dunia Muslim yang lain hanya bilang,”Ini bukan Muslim yang sebenarnya”. Sungguh sangat berbahaya bagi umat manusia bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat diperbuat untuk menghentikan Islam melahirkan pembunuh2 kejam dari waktu ke waktu. Ini karena banyaknya perbuatan sang Nabi dan perintah2 Qur’an yang terus hidup menjadi lahan yang subur untuk membuahkan para pembunuh. Peristiwa2 yang terjadi di Palestina, Chechnya, Bosnia, Kashmir, Indonesia, Mesir, Pakistan, dan Bangladesh. Bencana 11 September menggemparkan seluruh dunia. Kuduga keputusan para pemimpin dunia Islam akan terbelah antara mendukung dan mengecam Bin Laden tergantung dari letak geografis negaranya. Dan ternyata dugaanku benar! Kebanyakan pemimpin Islam di Amerika Utara dan Eropa secara “Islami” mengutuk kekejaman pembunuhan ribuan orang oleh Bin Laden. Dan pemimpin Islam yang di Pakistan, Inggris, dan negara2 Islam lain secara “Islami” mendukungnya sebagai seorang pahlawan. Sekali lagi dualisme sifat Islam tampak nyata. Islam punya dua pasang gigi seperti gajah. Satu pasang adalah gadingnya, yang membuatnya tampak anggun dan megah. Satu pasang gigi yang lain tersembunyi di dalam rahangnya dan itu digunakan untuk melumat dan menggerus. Semua kata2 manis penuh damai di dalam Islam berhubungan dengan waktu dan tempat di mana Islam masih lemah di awal2 tahunnya. Tapi di kala dan di mana Muslim jadi kuat di zaman dulu atau sekarang, mereka akan mengeluarkan hukum2 dan aturan2 yang kejam. KATAKAN KENAPA BENDERA2 KEBANGSAAN KEBANYAKAN NEGARA2 ISLAM ADA PEDANGNYA? Pedang itu bukan untuk memotong roti, tapi untuk membunuh. DENGAN KEMUNAFIKAN DAN TIPU DAYA PENUH NASEHAT MANIS DAN HUKUM YANG KEJAM, QUR’AN SECARA MEYAKINKAN SUDAH JADI BUKU YANG PALING BERBAHAYA UNTUK MANUSIA.
Populasi raksasa kaum Muslim di dunia ketiga frustrasi dengan berbagai kegagalan sosial-ekonomi-politik. Kepemimpinan Islami tidak mempedulikan pemecahan apapun bagi masalah2 modern tentang ekonomi internasional, politik nasional dan internasional, sosiologi, dll. Hanya sekitar seabad yang lalu para pemimpin islam mulai menghubungkan kegagalan mereka dengan iman mereka. Mereka tadinya hanya tahu tentang Qur’an dan Hadith. Qur’an dan Hadith memuat janji bahaya untuk para Muslim sebagai pemecahan masalah untuk semua persoalan di dunia di segala waktu. Karena itu mereka hanya punya satu nasib: kekerasan yang menyatu dalam Qur’an/riwayat hidup sang Nabi. Tidak ada satu pun agama lain yang menjanjikan atau menuntut begitu banyak dalam setiap langkah hidup seperti Islam. Agama ini sangat menekankan dengan keras bagi para Muslim untuk mendirikan negara/pemerintah Islam dan menetapkan Sharia. Kehidupan seorang Muslim tidak lengkap tanpa itu. Sikap ini punya tujuan yang jelas 1.500 tahun yang lalu, tapi sekarang malah jadi beban yang besar untuk umat manusia, untuk Islam, dan untuk Muslim itu sendiri. Ini adalah perangkap dan mereka sampai sekarang masih terperangkap di dalamnya. Jika Islam bicara tentang damai, ini adalah kedamaian di atas kuburan non-Muslim, seperti yang terbukti dalam riwayat hidup sang Nabi pada peristiwa 11 September di New York.
Orang2 frustasi, termasuk Muslim dan ex-Muslim makin lama makin ikut berpartisipasi mengritik Islam. Dunia haus akan keadilan sosial. Jika Islam dapat memberikan sosial sistem yang adil seperti yang dijanjikannya, maka dunia pun akan menerima Islam. Tapi sebaliknya yang terjadi, Islam masa kini menjadi beban sosial bagi umat manusia karena para pemimpin Islami mengakibatkan aneka masalah bagi kemajuan manusia. Islam bicara mengenai toleransi agama tapi Hukum2 Islam membunuhi non-Muslim. Memang kebanyakan pemimpin2 Islam salah, tapi ada sesuatu yang benar2 salah sekali dalam Islam itu sendiri. Kekejaman sang Nabi pada sesama manusia, juga kegagalan dan kekerasan yang berulangkali dilakukan para pemimpin Islam merupakan alasan yang cukup tepat untuk menolak sang Nabi dan agamanya. Kelakuannya terhadap budak2, para wanita, dan non-Muslim, sudah jelas menunjukkan keterbatasannya. Ia hanyalah seorang yang berpengaruh dengan tahu persis akan keinginannya tanpa mengindahkan kekejaman untuk mencapai tujuannya. Sesungguhnya tidak ada unsur illahi yang menerapkan kekejaman pada umat manusia.
SATU2NYA ALASAN BERDIRINYA ISLAM ADALAH KARENA DUKUNGAN TERUS-MENERUS DARI PEMIMPIN2 ISLAM SELAMA 700 SAMPAI 800 TAHUN. Lepas dari itu, Islam tidak lain hanyalah suatu ledakan kekuatan militer di sejarah manusia, yang lalu mati bersama waktu. Perbedaannya hanyalah, kekuatan militer ini bercampur dengan kepercayaan iman illahi Islami. Dan sebagaimana dengan menyebarnya iman ini, maka menyebar pula bahasa dan pakaian model Arab, rasa hormat pada buah2an, air Arab, dll ke seluruh dunia. Ini adalah penjajahan yang diselubungi oleh iman. Upacara “Quorbani” tidak ada gunanya bagi Muslim selama seribu tahun. Upacara ini berhubungan dengan Nabi Abraham yang meninggalkan istri dan anaknya di padang gurun untuk mati. Islam menyuruh Muslim untuk mengritik kejahatan sosial lain, tapi buta terhadap kekejamannya sendiri. Islam mengaku bahwa ilmu pengetahuan di Qur’an tidak pernah ditemukan sebelumnya. Ini jelas melupakan kenyataan bahwa ilmuwan2 penemu ilmu pengetahuan itu tidak pernah memeluk Islam. Islam membajak hasil dari kerja keras ilmuwan Muslim sebagai karya Islam.
Sepanjang hidupku aku mencari satu saja kode moral yang baru yang diungkapkan oleh Islam. Tidak ada satupun. Semua hukum2 Islam tentang sosial, keluarga, moral, dan nasehat2 sudah ada di pikiran manusia sebelum Islam. Juga, sungguh tidak adil dan tidak jujur untuk mengatakan bahwa sebelum Islam seluruh dunia berada di “kegelapan”. Pernyataan ini menyangkal sumbangan2 begitu banyak pemikir dan filosof pada kemajuan umat manusia sebelum Islam. Terdapat banyak bukti bahwa beberapa kelompok masyarakat sebelum Islam malah punya hukum2 manusia yang lebih adil dan jelas daripada ketidakadilan Hukum Sharia Islam yang kejam. Terus terang saja, aku sering merasa malu setiap kali aku membuka buku Hukum2 Sharia dari Sunni maupun Shia. Islam dengan jelas memang menghapus sistem sosial primitif dari masyarakat gurun yang terbelakang saat itu. Tapi mengaku membawa “terang” ke seluruh dunia merupakan penghinaan terhadap para filosof dan ilmuwan sepanjang waktu di semua tempat.
Masyarakat tidak ditentukan secara langsung oleh bentuk undang2, tapi lebih oleh aturan moral dan tradisi yang dijalankan. Itulah alasannya mengapa sebuah negara seperti Inggris dapat menjadi salah satu negara yang terkemuka di dunia tanpa memiliki undang2 yang tertulis yang rumit. Islam sama sekali gagal baik sebagai undang2 atau pun sebagai tradisi. Sebagian besar Muslim di dunia hidup damai karena dua alasan. Pertama, kebanyakan orang selalu tidak suka akan kekejaman. Kedua, sisi kekejaman Islam tidak pernah diungkapkan pada kebanyakan orang. Kukatakan lagi. Jika esok pagi Islam lenyap di bumi ini, umat manusia tidak kehilangan nila sosial kekeluargaaan apapun. Yang hilang hanyalah kekerasan yang sewaktu-waktu dilakukan oleh kelompok agama yang fanatik yang menderita kompleks kejiwaan ingin jadi superior mendirikan “negara terbaik” dengan izin “illahi” untuk menghina orang lain, seperti yang dinyatakan oleh Qur’an mereka.
Aku bukan hanya meninggalkan Islam. Aku meninggalkan pandanganku di tulisan ini sebagai wakil diriku jika aku tidak berada di sini. Aku menyatakan bahwa setiap orang untuk mempelajari Qur’an, Shahih Bukhari, riwayat hidup sang Nabi, dan sejarah Muslim dengan hati terbuka akan setuju dengan yang kukatakan di sini. Aku juga mendidik anak2ku untuk menjadi orang2 yang baik dan lengkap dengan konsep persaudaraan manusia. Konsep ini telah dihina dan dihancurkan oleh konsep dan perlakuan yang bahaya dari persaudaraan Islami. Aku mengajar mereka untuk berpedoman hati nurani, dan bukan oleh rasa percaya yang buta.
Ya, sekarang aku berpedoman. Aku dibimbing oleh kesadaran kemanusiaanku, dan bukan oleh Islam.
Thanks.
Muhammad Bin Abdullah.
Ali Sina : Mengalahkan Islam
Mengalahkan Islam
Oleh : Ali Sina
Di salah satu artikelku, aku menulis:
Aku percaya jika kita terus melanjutkan kampanye untuk menjatuhkan Islam dan ilmuwan2 Muslim, dalam waktu kurang dari seperempat abad, Islam akan kalah. Islam akan jatuh, sama seperti nasib Komunisme. Ingat kata2ku hari ini, meskipun seandainya kaupikir aku sinting. Jika kita bekerja sama, terutama para eks Muslim, kita dapat menyingkirkan Islam lebih cepat daripada yang dapat dibayangkan siapapun. Iran sudah jadi negara anti Islam. Lebih dari separuh penduduk Iran tidak menyatakan diri sebagai Muslim lagi.
Kita hancurkan Islam dari fondasinya. Gedung kerajaan Islam tampaknya memang kokoh. Tapi itu hanya kelihatan dari luar saja. Gedung kokoh ini akan runtuh seketika.
Salah seorang rekanku merasa ragu atas rasa percaya diriku dan dia menulis:
Dr. Sina, maaf ya karena menghabiskan waktumu yang berharga. Tapi suatu hal akhir2 ini sangat mengganggu diriku. Kau berkata bahwa kau akan menghancurkan Islam dalam kampanye ini dalam waktu beberapa dekade.
Tapi Pak, apakah kau yakin akan hal ini? Agama yang begitu fanatik, yang berusia 1.400 tahun dapat dihancurkan dalam waktu beberapa dekade. Bagaimana hal ini dapat mungkin terjadi? Kau mengungkapkan perhitungan2. Baiklah, tapi ketololan dalam beragama tidak sama dengan menghitung angka2 matematis.
Aku baca semua artikelmu, lagi dan lagi. Aku sangat percaya kau bukanlah orang yang hanya omong gede untuk jadi pusat perhatian orang. Aku telah bergabung bersama FFI selama 10 bulan, mengirim “surat kepada umat manusia” kepada lebih dari 4.000 orang (dan jumlahnya terus bertambah setiap hari) dan masuk ke banyak forum dengan nama2 yang berbeda untuk memposting surat itu, tapi sekarang aku merasa ragu. Bagaimana kau bisa mencapai tujuanmu? Bagaimana mungkin, tolong katakan padaku.
Kau berkata “jika kita bekerja sama”. Karena kau menggunakan kata “jika”, maka tidak ada kepastian dalam janjimu. Bagaimana mungkin kau bisa sedemikian yakin?
Dr. Sina, sesuai dengan persyaratan dalam profesiku, aku telah berhubungan dengan banyak jenis orang2 dari berbagai negara dan mentalitas dalam hidupku. Aku dapat memperkirakan sifat seseorang dengan cara bicara padanya (atau baca tulisannya). Aku yakin kau memang penuh rasa percaya diri bahwa kau akan bisa menghancurkan Islam. Tapi apakah “rahasia” yang kau ketahui, yang belum kau katakan pada kami, yang membuatmu begitu penuh rasa percaya diri.
Dapatkah kau menyisakan waktumu dan membalas suratku jika sempat. Aku akan tunggu, tidak jadi masalah, tapi tolong jelaskan keraguanku.
Antiterorisme.
Inilah jawabanku:
Wahai Antiterorisme:
Sebaiknya aku meluruskan kesalahpengertian terlebih dahulu. Aku tidak pernah menyatakan bahwa “AKU” akan mengalahkan Islam. Aku bukan tukang bual dengan khayalan2 yang ngawur. Aku hanyalah orang sederhana. Silakan tanya kucingku. Kucing kecilku yang hidup bersamaku dan mengenalku dengan baik tidak pernah peduli akan diriku. Sebaliknya, dia memperlakukanku bagaikan pelayannya saja. Sekarang jika kautanyakan pendapat kucingku tentang diriku, sudah dapat kaubayangkan betapa sepelenya aku di matanya.
Kukatakan bahwa “KITA” dapat mengalahkan Islam jika kita bekerja sama dan dalam hal ini memang aku sangat yakin. Dari manakah datangnya keyakinanku? Aku yakin akan hal itu sebab aku tahu betul tentang Islam. Islam itu tidak lain daripada isapan jempol yang muluk2 belaka. Usia Islam adalah 1.400 tahun dan punya 1.2 milyard pengikut. Meskipun begitu, Islam hanyalah berdasarkan kebohongan semata. Islam bagaikan gedung tinggi yang berdiri di atas pasir yang bergerak. Selama pasir2 tetap berada di tempatnya, gedung itu akan tetap utuh berdiri. Tapi begitu kau ganggu pasirnya dan kau singkirkan pasir di bawah gedung itu, maka gedung itu akan runtuh.
Islam hanyalah kebohongan. Tuhannya bohong2an dan nabinya adalah tukang bohong. Dia bukan hanya pembohong saja, tapi juga orang yang sangat jahat. Banyak yang menganggap bahwa Yesus Kristus adalah tokoh dongeng dan agama Kristen adalah kisah dongeng. Meskipun aku yakin bahwa Yesus benar2 ada dan banyak kisah tentang dirinya memang benar2 terjadi, tapi aku yakin sekali bahwa sebagian besar agama Kristen adalah dongeng belaka. Kisah tentang perawan yang melahirkan bayi, Yesus yang jalan di atas air, merubah air jadi anggur atau kebangkitan orang mati dan naik ke surga adalah kisah2 bagi orang yang suka dongeng. Para jemaat pertama mestinya telah menambahkan kisah2 itu agar agamanya tampak lebih indah dan menarik. Orang2 yang tak banyak pikir mudah percaya akan kisah2 dongeng seperti itu. Hal ini banyak terjadi di masa lampau karena kebanyakan orang2 buta huruf dan tidak berpendidikan. Tapi jika kita singkirkan semua dongeng2 itu, intisari ajaran Kristen tidaklah jelek. Agama Kristen mengajarkan cinta kasih dan pemberian maaf. Saat ini banyak psikologis, para pembimbing rohani dan pembicara2 pembangkit motivasi yang menyampaikan pesan yang sama. Kau harus menyingkirkan sikap mementingkan diri, melihat keindahan dalam segala hal dan mengasihi. Kasihi tetanggamu, kasihi sesamamu manusia, kasihi dirimu sendiri, kasihi isi dunia, dan belajar untuk memaafkan – tidak hanya memaafkan orang lain, tapi juga memaafkan diri sendiri.
Jika kau mengupas agama Kristen dari segala dongeng2 dan takhayul2, dan memisahkannya dari tindakan2 yang dilakukan gereja, maka kau akan melihat bahwa agama Kristen mengajarkan hal yang baik. Ada seorang muda yang agak eksentrik dan mungkin seperti dirimu juga, yang cepat gusar melihat kebodohan orang2 dan cepat menghardik mereka. Tapi di luar kekurangannya sebagai manusia, apa yang diajarkannya tidaklah jahat. Dia adalah seorang Rabi. Dia menyebut dirinya anak Tuhan, sama seperti aku memanggil diriku anak Jagat Raya. Tidak tampak bahwa dia ingin menempatkan dirinya lebih tinggi dari orang lain. Dalam pandangannya semua orang adalah anak Tuhan. Di kemudian hari, para pengikutnya karena besarnya rasa cinta mereka, menambahkan kisah2 muzizat tentang dirinya dan menaikkan posisinya menjadi sama dengan Tuhan. Begitu kau memisahkan kenyataan dari karangan yang ditambahkan umat Kristen dalam agama Kristen, maka kau dapatkan bahwa intisari ajaran Kristen adalah cinta kasih.
Apakah yang tersisa dalam Islam jika kau memisahkan kenyataan dari karangan? Begitu kau buang kisah2 dongeng konyol tentang membelah bulan dan naik ke surga tingkat tujuh untuk tawar-menawar dengan Allah tentang berapa kali Muslim harus berdoa dan segala khayalan lainnya, kau dapatkan bahwa Islam tidaklah lebih daripada kebencian, kekerasan dan teror. Nabinya yang psikopath narsisis tidak mengerti tentang cinta kasih. Dia hanya mengerti rasa takut. Islam adalah agama yang berlandaskan rasa takut.
Jika kau bandingkan kisah hidup Yesus dan kisah hidup Muhammad, kau akan lihat bahwa keduanya sangat bertentangan. Yang satu adalah contoh kebaikan, sedangkan yang lainnya adalah wujud asli kejahatan. Ini bagaikan membandingkan apel dengan jeruk. Kita bicara tentang dua kutub yang berbeda nih.
Berdasarkan semua pertimbangan, sudah jelas merupakan kesalahan besar untuk membandingkan agama Islam dengan agama Kristen. Jikalau agama Kristen tetap bertahan dari segala kritik, tidak begitu nasibnya dengan agama Islam.
Apa pesan2 luhur dalam agama Kristen yang membuatnya layak dipertahankan. Bahkan sebagai seorang atheis dan rasionalis, aku singkirkan segala dongeng khayalan yang meliputi Kristen dan aku menghargai keindahan dan ajaran spiritualnya. Seringkali aku mengutip ajaran Yesus, bukan karena “kekuasaanNya” tapi karena memang ajaran2 ini bagus. “Kasihi tetanggamu”, “ampunilah kesalahan orang lain agar dirimu diampuni pula”, “Kau dilarang berbuat dosa, Kukatakan padamu untuk tidak memikirkan perbuatan dosa karena dengan begitu kau telah berbuat dosa dalam pikiranmu”, “Biarlah dia yang tidak pernah berbuat dosa melemparkan batu pertama”, “Hanya kebenaran yang dapat membuatmu merdeka”, dan banyak lagi. Ini adalah ajaran2 yang luhur. Umat manusia mendapat banyak manfaat dari ajaran ini. Dunia akan jadi tempat yang lebih baik jika ajaran2 ini diterapkan dengan tulus hati.
Kebanyakan agama2 lain seperti Hindu, Buddha, Yudaisme, Sikh, Zoroaster, Baha’i, dll mencampurkan hal2 yang baik dan jelek. Kau dapat membandingkannya sendiri satu sama lain. Banyak kotoran berserakan di sekitarnya, tapi di dalamnya terdapat batu2 permata dan logam2 mulia.
Tiada hal yang baik dalam Islam. Islam adalah kejahatan semata yang dapat langgeng karena rasa takut. Tidak saja ajaran islam itu jahat, tapi bahkan Muhammad adalah seorang monster. Kau tidak dapat mengatakan hal yang sama terhadap pendiri agama besar lain. Muhammad lebih jahat daripada kebanyakan ketua2 aliran sesat. Dia bisa dibandingkan setara dengan Shoko Asahara dan Charles Manson. Jadi kau lihat bahwa ada perbedaan fundamental antara Islam dan agama lainnya.
Kita tidak dapat meniadakan agama. Pada umumnya manusia butuh untuk percaya pada hal yang supernatural. Manusia perlu diyakinkan bahwa nasibnya tidak hanya berakhir di dunia ini dan bahwa dia nantinya akan bergabung kembali dengan orang2 yang dikasihinya. Pikiran bahwa nantinya setelah mati manusia lenyap ke alam hampa tidaklah menyenangkan. Tahun lalu ditemukan sisa2 manusia yang berusia 10.000 tahun. Di sebelahnya terdapat kuburan kucingnya. Ini menunjukkan bahwa kucing bukan hanya kawan manusia yang setia untuk jangka waktu yang lama, tapi juga menunjukkan bahwa kita sebagai manusia percaya ada kehidupan setelah mati. Manusia mampu untuk berpikir dan membuat konsep pemikiran. Orang ini tentunya memerintahkan agar kucingnya yang malang dikubur dengannya sehingga dia tidak kesepian di dunia selanjutnya.
Aku percaya agama2 akan terus ada berabad-abad atau beribu tahun seterusnya. Mungkin agama2 ini akan berubah dan beradaptasi sesuai perubahan waktu. Tapi lain halnya dengan Islam. Islam bukanlah agama tapi adalah gerakan politik dalam selubung agama. Islam menjanjikan kehidupan di alam baka untuk membujuk para pengikutnya mengobarkan perang, membunuh dan dibunuh dengan suka hati dan untuk mengembangkan ambisi megalomaniak pemimpinnya yang sinting. Adalah mudah untuk mengalahkan Islam. Yang perlu kita lakukan hanyalah memberitahu tentang kebenaran. Yang perlu kita lakukan adalah memperlihatkan fondasinya, menyingkirkan pasir2 yang menutupi di bawahnya dan dengan sendirinya Islam nantinya akan runtuh. Kristen dan agama2 lain berakar dari kebajikan. Fondasi agama2 ini kokoh. Tapi Islam tidak punya fondasi seperti itu. Fondasinya hanyalah kebohongan semata dan kejahatan yang murni.
Muslim mengetahui bahwa Islam akan runtuh jika dibuka kebusukannya. Di alam bawah sadarnya, Muslim tahu bahwa Islam adalah bohong melulu dan tidak dapat dipertahankan secara logika. Inilah sebabnya jika kau mengritik Islam, para Muslim jadi panik. Kau dapat mengritik agama2 lain, tapi yang bisa kau lakukan hanyalah menghancurkan ketakhayulan dan kekeliruannya. Fondasi dari agama2 ini tetap kokoh. Bahkan sebaliknya, agama2 ini malah berkembang lebih baik dengan adanya kritik2 tsb dan meninggalkan prinsip2 yang tadinya keliru. Agama2 ini beradaptasi sesuai dengan perubahan jaman. Praktek2 jahat Sati dalam Hinduisme, perajaman dalam Yudaisme dan penyelidikan dalam Kristen merupakan hal2 yang terjadi di masa lalu saja.
Tapi kau tidak dapat mengritik Islam. Jika kau usik pasir di bawahnya, seluruh bangunan akan runtuh. Muslim sadar akan hal ini. Mereka tahu bahwa Islam tidak tahan kritik dan sangatlah rapuh. Karena itulah mereka jadi bersikap begitu protektif (melindungi) Islam. Inilah sebabnya mereka begitu histeris ketika beberapa muncul beberapa kartun yang menggambarkan Muhammad. Inilah mereka bunuh Theo Van Gogh dan mengancam siapapun yang berusaha menyingkirkan pasir2 kebohongan di mana Islam berdiri.
Agama2 lain bersifat plastis (elastis, flexible). Mereka bagaikan pohon yang hidup. Kau dapat memangkasnya dan membentuknya dan agama2 ini akan tampak lebih baik. Tapi Islam tidaklah begitu. Islam itu mati, tidak dapat diubah, bagaikan sebuah fosil. Jika kau sentuh, maka akan hancur.Kau tidak dapat menghilangkan satu hal dari Islam tanpa menghancurkan seluruhnya. Islam bagaikan istana kartu. Hilangkan saja satu kebohongan dan seluruhnya akan runtuh dengan sendirinya.
Kau mungkin bertanya: “jika Muslim tahu bahwa Islam adalah kebohongan belaka, mengapa mereka membelanya?” Ini pertanyaan yang bagus. Jawabnya adalah hanya kebohongan itulah yang mereka miliki satu2nya. Mereka harus memeluknya erat2 dan percaya padanya meskipun sudah jelas bahwa Muhammad adalah orang yang jahat dan semua yang dikatakannya bohong belaka. Kebohongan ini adalah satu2nya pegangan mereka.
Muhammad adalah seorang psikopat. Seorang psikopat ingin menguasai jiwa orang lain. Yang pertama-tama dia lakukan adalah menghancurkan jati diri korban2nya. Karena jasa Islam, para Muslim tidak punya harga diri, tidak punya rasa percaya diri, tidak punya kehormatan diri. Orang2 seperti ini seringkali sangat berbahaya. Tiadanya rasa hormat pada diri adalah sebab dari semua kejahatan.
Orang2 yang menghormati diri mereka dan tahu bahwa diri mereka berharga dan terhormat, tidak melakukan kejahatan. Mereka tidak menyakiti orang lain. Kau bisa mengukur kebaikan orang2 dari rasa hormat diri mereka. Semakin tinggi rasa hormat diri, semakin baik pula manusia itu dengan ciri lebih menyayangi, lebih suka menolong dan lebih dapat dipercaya. Rasa hormat pada diri sendiri yang rendah mengakibatkan orang lebih licik, lebih kejam dan lebih mementingkan diri sendiri.
Inilah sebabnya mengapa para Muslim bisa jadi begitu jahat. Mereka tidak punya rasa hormat pada diri sendiri. Mereka kejam dan gampang meledak di luar, padahal itu hanyalah untuk menutupi rasa tidak tenteram dan tiadanya rasa percaya terhadap diri sendiri.
Para Muslim suka menindas. Hasil2 penyelidikan menunjukkan bukti yang sangat kuat bahwa orang yang suka menindas biasanya punya rasa harga diri yang tinggi yang tidak wajar. Tapi sebenarnya tidak ada hal yang dinamakan harga diri yang tinggi. Yang ada hanyalah kesombongan, mementingkan diri sendiri dan kemegahan yang kosong belaka. Ini adalah sisi lain dari rendahnya harga diri. Orang2 yang tak berharga diri mengenakan topeng2 mereka untuk menyembunyikan diri mereka yang kecil dan hina.
Muhammad memimpin para pengikutnya untuk menyangkal rasa hormat pada diri sendiri. Mereka dibuat percaya bahwa tanpa Islam mereka bukanlah apa2. Mereka bahwa dibuat membenci budaya dan tradisi kakek moyang mereka. Muhammad yang narsisis harus menghancurkan jati diri pengikutnya agar mereka bergantung sepenuhnya pada dirinya.
Para Muslim tidaklah bodoh. Mereka bisa melihat bahwa Islam adalah salah. Mereka tahu Islam bertentangan dengan kecerdasan manusia dan tidak masuk akal, tapi mereka begitu terjebak di dalamnya sehingga mereka tidak bisa meninggalkannya. Mereka memaksa diri mereka untuk percaya, karena tanpa itu, mereka bagaikan tersesat.
Seorang Muslim menulis surat kepadaku: “Sudah jelas bahwa beberapa ayat memang tampaknya biada. Tapi Setanlah yang membuat kita melihatnya seperti itu.” Ini menjelaskan tentang patologi Islam. Muslim melihat bahwa Islam itu salah, tapi mereka tidak bisa meninggalkannya. Mereka tidak bisa meninggalkannya karena mereka tidak punya yang lain untuk dipeluk erat2. Muhammad telah merampok identitas mereka dan menghancurkan jati diri mereka. Mereka harus memeluk Islam erat2, meskipun mereka sudah jelas melihat bahwa Islam itu salah karena Islamlah satu2nya yang mereka miliki. Bagi mereka Islam adalah satu2nya pegangan di samudra yang penuh ketidakpastian.
Mereka butuh diyakinkan terus-menerus dan mengulangi terus-menerus pada diri mereka sendiri bahwa “Islam itu agama yang indah” dan “Muhammad adalah manusia sempurna”. Mereka bahkan butuh orang lain untuk menyatakan hal yang sama. Mereka mengumpulkan komentar2 penuh pujian dari non-Muslim (terutama orang bule karena mereka menganggap bule lebih hebat dari mereka) dan bahwa melobi para politikus dan institusi negara untuk mengumumkan secara resmi pengakuan bahwa Islam adalah “agama yang hebat”. Bayangkan betapa rendahnya rasa percaya diri mereka.
Selain itu ada rasa takut – takut akan Neraka dan hukuman kubur yang telah dimasukkan ke dalam pikiran mereka sejak kecil. Rasa takut ini melumpuhkan daya pikir mereka. Mereka cepat2 menyingkirkan segala keraguan yang hinggap dalam benaknya.
Nona Ruby adalah Muslimah terpelajar. Dia adalah seorang pengumpul derma. Dia menganggap dirinya sebagai moderat Muslim. Sebagai Muslim yang tinggal di Amerika Serikat, dia menikmati segala kebebasan dan tiada alasan untuk jadi teroris.
Nona Ruby bergabung dalam FFI di bulan January. Dia menulis 700 pesan. Setelah banyak berdebat, pada tanggal 12 Mei, dia menulis:
Hello para rekan dan musuh,
Ini adalah pesanku yang terakhir, aku telah menikmati berasa di FFI dan mulai meragukan agamaku sendiri …. INI TIDAK BAIK.
Karena itu aku bersaksi bahwa:
- Aku percaya akan satu Allah
- Aku percaya akan nabi2
- Aku percaya akan keempat kitab yang dikirim Allah ..
- Aku percaya akan Malaikat2
- Aku percaya akan Hari Penghakiman (Qayamat)
- Aku percaya akan kebangkitan setelah Qayamat
Ada tujuan bagi keberadaanku di bumi ini dan itu adalah untuk melayani Allah saja … dan NABI TERAKHIRNYA yakni Muhammad (pbuh).
Aku telah berbuat salah dengan bergabung di Forum ini dan akan kucoba melupakan bahwa aku bahkan pernah meragukan firman Allahku.
Apakah yang bisa kita ambil dari hal ini? Kita bisa mengerti dua hal. Pertama, Muslim dapat dengan jelas melihat bahwa Islam adalah salah. Kedua, mereka terperangkap di dalamnya. Terdapat mental block (rasa menolak dalam hati) yang tidak dapat mereka singkirkan. Mental block ini bersifat psikologi. Nona Ruby tidak dapat memotong tali pusarnya dari Islam. Dia berpikir bahwa tanpa Islam, dia akan mati. Dia belum pernah belajar untuk dapat berdikari.
Akan tetapi, Nona Ruby dan seseorang Muslim lain yang kukutip sebelumnya dan jutaan Muslim lain yang berada dalam posisi yang sama sebenarnya hanyalah membohongi diri mereka sendiri. Aku tahu betul akan hal itu, karena aku sendiri mengalaminya. Mereka juga cukup cerdas untuk mengetahui hal ini. Kalau aku baca Qur’an dan melihatnya sebagai buku yang tak masuk akal, pada mulanya aku juga menyangkal logikaku.
Aku tentunya telah mendengar kisah seorang wanita yang masuk ke dalam kamarnya dan mendapatkan suaminya di ranjang bersama wanita lain. Sang suami berkata padanya: “Apakah kau bersedia percaya padaku atau matamu yang berbohong?” Ini tergantung dari keputusan wanita itu sendiri. Jika memang dia bisa meninggalkan suami itu, tentunya dia akan melakukannya tanpa ragu. Tapi jika dia tidak punya tempat lain untuk pergi, maka dia kana memaksa dirinya untuk percaya pada suaminya yang berkhianat dan menelan segala hinaan sama seperti yang dilakukan semua Muslimah. Mereka tidak punya banyak hak dan karenanya tidak punya banyak pilihan.
Muslim tidak punya tempat lain untuk dituju. Semuanya sudah diambil dari mereka. Mereka harus membohongi diri mereka terus-menerus agar tetap beriman pada Muhammad.
Kukira dulu aku sedang diuji dan aku harus terus memaksa diriku untuk percaya. Aku sembunyikan buku Qur’an di belakang buku2 lain agar aku tidak usah melihatnya. Tapi buku itu “berdenyut” bagaikan jari yang bengkak dan menyalurkan rasa sakit nyut2an dalam diriku. Aku coba membaca buku lainnya dan mengalihkan pikiranku, mencoba hanya berpikir positif dan melupakan segala yang baru saja kuketahui. Aku jadi menyesal telah baca Qur’an. Tapi ini seperti kau tidak dapat berpikir tentang anjing hitam jika aku memerintahkanmu untuk berhenti memikirkan tentang anjing hitam. Aku tidak dapat melawan balik segala hal yang telah aku baca.
Aku kirim sebuah pesan kepada Nona Ruby yang berbunyi seperti ini:
“Kau tidak percaya segala omong kosong ini. Kau tidak akan pernah menjadi orang yang sama seperti dulu lagi. Begitu otakmu berkembang, otakmu itu tidak akan dapat menciut lagi. Percayalah padaku, sebab aku telah mencoba sendiri selama dua tahun karena aku takut murtad tapi akhirnya aku gagal. Keraguan yang muncul di hatimu tidak akan hilang, dan bahkan berlipat ganda. Kau akan mulai meragukan hal2 yang biasa yang tadinya kau percayai tanpa pikir panjang. Ini adalah awal bagaimana manusia mulai mendapat pencerahan. Mereka tiba2 merasa sukar percaya segala hal takhayul.”
Aku tahu bahwa tidak ada jalan balik ke asal bagi Nona Ruby. Kupikir dia akan kembali ke Forum beberapa bulan kemudian dan mengatakan pada kami semua bahwa dia tidak tahan dengan segala kebohongan Islam dan mengambil keputusan untuk meninggalkannya. Tapi ternyata aku sungguh salah. Meskipun sudah mengucapkan selamat tinggal, Nona Ruby tetap mengunjungi Forum dan tetap bicara dengan teman2nya. Tapi di tanggal 19 Mei, hanya satu minggu setelah mengucapkan selamat tinggal dan mengucapkan kembali Shahadah-nya, dia menulis sebagai berikut:
Aku telah baca kesaksianmu dan merasakan begitu banyak pengalaman dengan penuh rasa yang berkecamuk. Aku pun membaca buku “Prophet of Doom”. Aku marah! …. selama bertahun-tahun, aku telah dibohongi dan ditipu. Hey, Mo itu sebenarnya bukan Rasul Allah sama sekali! …. dia saja yang mengaku sendiri sebagai Nabi celaka. Aku harus mengaku tentang suatu hal kepada seseorang sekarang juga, mungkin para Muslim sebenarnya juga merasakan hal ini dalam hati mereka. Tapi aku sebenarnya tidak pernah merasakan rasa cinta terpancar dari Qur’an atau buku suci Islam manapun! …… sebenarnya ketika aku Qur’an, aku selalu merasa lelah dan mulai menguap dengan cepatnya!
Ketika aku berpikir tentang Yesus (meskipun aku bukan Kristen), aku selalu merasakan kenyamanan dalam diriku. Mungkin ini karena Dia jauh lebih layak dihargai daripada Mo. Tapi inilah perasaan dan emosiku saat ini. Aku akan menulis lagi besok.
Dan inilah yang ditulisnya pada tanggal 22 Mei, 2006.
Hello saudara2 sekalian, inilah sumbanganku untuk thread ini. Aku telah nyatakan hal ini di thread lain tapi aku ingin mengulangi lagi untuk para Muslim yang bisa membacanya.
- Aku mengakui bahwa Muhammad memang memperkosa dan berhubungan sex dengan anak perempuan di bawah umur yang tidak tahu makna ‘sex’ dan tidak seharusnya berhubungan dengan perlakuan seksual atas tubuhnya yang masih sangat muda. (Ayesha)
- Aku mengakui bahwa Muhammad menjarah dan mengambil apa yang bukan miliknya, sehingga dia adalah seorang pencuri.
- Aku mengakui bahwa dia tidak bersimpati atau tidak punya rasa kasihan sedikitpun bagi siapapun yang tidak tunduk padanya dan dengan ini dia bukanlah orang yang penuh pengampunan.
- Aku mengakui bahwa dia adalah orang yang haus kekuasaan, suka mengkhayal, buta huruf, yang tidak mungkin bisa dapat ‘wahyu’ dari Allah.
- Aku mengakui bahwa Islam adalah agama salah, bukan agama damai karena Muslim sendiri tidaklah penuh damai saat ini. Mereka dapat membunuh dan merusak tapi tetap masuk surga dan menghitung jumlah hournya sebagai hadiah tindakan perusakan yang mereka lakukan.
Aku jelaskan pada kalian para Muslim bahwa aku bukan lagi bagian dari kalian. Muhammad tidaklah lebih dari seorang bajingan yang doyan SEX, SEX, dan SEX yang lebih banyak lagi. Dia adalah nabi palsu, dan telah bohong pada kita semua dan pernyataannya bohong semua.
Agama ini tidak akan dapat bertahan lebih lama lagi. Agama ini akan melenyapkan seluruh umat manusia jika kita tidak berbuat apa2 untuk mencegahnya. Ubahlah dirimu, pikirkan sejenak, pikirkan selama setahun, lalu temukan jawabanmu di dalam sanubarimu. Seseorang yang memerintahkan orang lain untuk membunuh tidaklah layak dianggap sebagai manusia.
Hanya inilah yang ingin kusampaikan.
Sekali kau mengenal kebenaran, kau tidak akan sanggup menyangkalnya. Perjalanan dari percaya buta ke pencerahan sangatlah berat, tapi ini merupakan perjalanan terbesar dalam hidup kita. Ini adalah jalan yang kita semua harus jalani. Ini adalah jalan yang penuh rasa sepi, melelahkan dan menyakitkan. Inilah lahirnya kembali intelijens (daya pikir yang cerdas). Tiada kelahiran tanpa rasa sakit. Kesakitan yang dialami Nona Rubi untuk melahirkan intelijensnya hanya berlangsung sebentar. Hal ini karena dia hidup di negara Barat dan hidupnya tidak terancam bahaya kalau murtad. Banyak Muslim yang hidup di negara2 Islam tidak punya keamanan seperti itu. Mereka tahu bahwa murtad berarti dibuang oleh keluarganya, kehilangan perkawinan atau anak2, dan bahkan juga menghadapi kematian. Mereka akan mencoba lebih keras untuk mempertahankan iman Islam mereka. Tapi bagaimanapun kerasnya orang mencoba menyangkal kebenaran, orang itu tidak akan menang.
Setiap orang dapat tersentuh oleh hal2 yang berbeda. Aku melihat sebuah program Persia yang disampaikan oleh seorang tokoh Iran bernama Bahram Moshiri. Dia mendidik masyarakat Iran dan tayangan TV-nya disiarkan lewat satelit ke Iran. Tema tayangan adalah Iran dan demokrasi. Akan tetapi hal tentang Islam seringkali muncul dan ini karena kesengsaraan politik Iran saat ini berhubungan erat dengan keberadaan Islam.
Salah satu pemirsa menelponnya dari Iran dan berkata bahwa ketika dia bicara tentang (Kalifah) Ali yang tidak tahu apakah dia akan mati atau hidup setelah terluka akibat bacokan pedang, dia (sang pemirsa) merasa patah semangat. Telah diketahui bahwa setelah terluka, Ali mengatakan pada putra2nya jika dia mati, pembunuhnya harus dibacok pedang sampai mati, tapi jika dia berhasil untuk terus hidup, maka dia akan melawan orang itu secara pribadi. Ini jelas menunjukkan bahwa Ali tidak tahu apakah dia akan mati atau tidak. Dengan begitu pupuslah sudah dongeng Shia bahwa Ali tahu segala hal yang akan terjadi di masa depan. Kaum Shia diberitahu bahwa tiada rahasia yang tidak diketahui Ali dan bahkan beberapa kelompok Shia mengakui bahwa Ali itu adalah Allah sendiri. Mereka menyebutnya sebagai Ali Allahi.
Jelas telah terjadi hal yang bertentangan dalam hal ini. Tapi jutaan Shia tetap percaya pada hal2 yang bertentangan ini tapi mereka tidak pernah melihat ini sebagai hal yang tidak masuk akal. Begitu hal bertentangan ini diajukan kepada pemirsa Iran ini, dia jadi goyah iman. Setelah itu, seperti yang dijabarkan oleh Moshiri, orang tidak dapat lagi sepenuhnya percaya pada hal2 takhayul. Dia sudah ke luar dari dunia ketidaktahuan dan tidak akan kembali masuk.
Sama seperti kelahiran dan kematian, semua ini adalah jalan yang dijalani seorang diri. Tiada orang lain yang dapat menggantikanmu dalam menjalaninya. Akan tetapi, aku telah menulis pengalamanku sendiri dan memberi peta bagi mereka yang mulai perjalanannya.
Bagaimana aku bisa yakin bahwa hari2 akhir Islam sedang berlangsung? Ini karena aku percaya akan kekuatan kebenaran. Kebenaran sangatlah kuat. Di artikel lain, aku berkata tentang murid2 di negara2 Islam. Mereka menjadi sadar setelah imam mereka justru mengancam dan bukannya menjawab pertanyaan mereka. Nantinya mereka juga akan menyadarkan orang lain dan orang lain akan memberitahu yang lainnya. Kau sendiri mengatakan bahwa kau menyebarkan Surat pada Umat Manusia ke 4.000 orang dan sekarang masih berlanjut ke jumlah orang yang lebih banyak. Banyak orang yang kausadarkan akan menyadarkan orang lain pula. Tetesan2 membentuk kucuran, kucuran2 membentuk aluran sungai dan sungai2 membentuk banjir. Jangan pernah memandang rendah kemampuan seseorang dan apa yang kau dapat lakukan sebagai seorang manusia. Tentu saja jika kita ingin berhasil, kita butuh orang yang lebih banyak lagi. Kita butuh jutaan orang lebih banyak. Ber-juta2 orang sedang berkumpul dan kekuatan akan terus bertambah.
Aku akan menulis lebih jauh akan hal ini.
Sumber : Faithfreedom.org
Mengapa Aku bukan muslim
MENGAPA AKU BUKAN MUSLIM
Ulasan buku Ibn Warraq
Dalam bukunya yang berjudul “Mengapa Aku bukan Seorang Muslim”, Ibn Warraq membeberkan kenyataan sebenarnya tentang Islam tanpa ditutup-tutupi. Dia adalah seorang yang ahli (dalam bidang Islam) dan bukunya disusun dengan baik. Dia mengecam ilmuwan2 Barat yang bukannya mengutuk perintah pembunuhan dari Khomeini terhadap Salman Rushdie, tapi malah sebaliknya mengritik Rushdie karena menulis buku “The Satanic Verses” dengan alasan “secara politis tidak dibenarkan”. Warraq menjabarkan perlakuan brutal orang2 yang di bawah dominasi Islam, sejak jaman Muhammad sampai hari ini. Orang2 Yahudi dibantai dan diasingkan oleh Muhammad di Medina dan Kheibar; harta benda mereka dibagi-bagikan diantara orang2 yang “beriman” (Muslim), kaum wanita dan anak2nya dijadikan budak2. Perlakuan barbar yang keji ini berulang lagi setiap waktu sepanjang sejarah orang Islam terhadap orang Kristen, Zoroastrian, Hindu, dan yang terakhir terhadap orang2 Ahmedi, Baha’i dan penganut agama minoritas di Pakistan, Iran, India, Syria dan di mana pun Islam berkuasa.
Warraq membahas tentang asal-usul Islam, latar belakang Pagan-nya dan pengaruh Yudaism, Kristen, dan Zoroatrian pada diri Muhammad. Dia menjelaskan tentang asal-usul Allah di budaya Arab, tentang saat2 awal Muhammad menjadi pengkhotbah dan persaingannya dengan penutur cerita lain yang bernama “Al Nadir” dan pembalasan dendamnya terhadap Al Nadir. Warraq mengusut ke awal kegiatan ibadah Islami lalu pada sikap takhayul orang2 Arab dan keanehan keyakinan Muhammad akan jin, setan, dan makhluk gaib lainnya. Dia juga menjelaskan bagaimana Muhammad mengisahkan kembali kisah2 Alkitab seperti Bahtera Nabi Nuh, kelahiran Kristus, dll, tanpa mengerti betul akan isinya, seperti menukar Maria ibu Yesus dengan Miriam adiknya Harun, atau iman Kristiani Trinitas. Pembaca juga dapat menelaah pengertian Muhammad yang aneh tentang kosmologi, sains, sejarah, dan kedokteran. (Dia menganjurkan minum kencing unta sebagai obat sakit perut!).
Lalu pembaca dapat melihat perubahan perilaku Muhammad dari pengkhotbah jadi penguasa lalim. Bagaimana anjurannya untuk bertoleransi ketika di dia masih lemah di Mekah berubah menjadi perintah untuk membunuh dan merajah ketika dia jadi berkuasa di Medinah. Pembaca juga dapat mempelajari bagaimana Muhammad menganjurkan pengikut2nya yang tidak begitu banyak untuk menyerang kafilah2, membunuh orang2, memperkosa wanita dan merampas barang jarahan (bagian Muhammad adalah 20%) untuk menyenangkan Allah, dan juga meyakinkan pengikutnya bahwa kalau mereka terbunuh, mereka akan jadi “anak muda” lagi, hidup di surga dengan sungai anggurnya, dan dikelilingi bidadari perawan. Semua yang ditulis Warraq berdasarkan isi Qur’an dan Hadis.
Pembaca akan mulai mengenal teknik yang paling disukai Muhammad untuk menghabisi lawan2nya: pembantaian. Asma Bint Marwan adalah seorang penyair yang menulis syair menentang sang Nabi dan dia dibunuh di tengah malam ketika sedang menyusui bayinya. Kelima anaknya yang masih kecil dipaksa menjadi pemeluk Islam. Daftar dosa Muhammad termasuk nasib Ka’b Ibn al-Ashraf dan Abu Rafi yang menentang dia dan mereka dibunuh secara licik. Cara ini lalu digunakan oleh para Muslim di sepanjang sejarah dan terus dipraktekkan sampai hari ini. Apa yang kita sebut sebagai terorisme, bagi seorang Muslim adalah Jihad (perang suci). Fatwa terkenal untuk Salman Rushdie adalah contohnya. Hal lain yang dapat dipelajari tentang Muhammad adalah kesukaannya akan gadis2 muda (istrinya Aisha berusia 9 tahun tatkala disetubuhi oleh Muhammad) lebih daripada wanita2 dewasa dan bagaimana dia tidak malu2 menggunakan Allah untuk mengeluarkan ayat2 Qur’an untuk mensahkan nafsu berahinya terhadap wanita dan selera seksualnya.
Warraq menulis penelaahan yang menyeluruh tentang sifat totalisme Islam. Dia bahkan menelaah lebih jauh dgn membandingkan akibat monotheisme lawan politheisme dan atheisme pada hak2 manusia. Kepada mereka yang heran kenapa orang2 Muslim begitu benci pada dunia Barat, aku menganjurkan kalian untuk membaca buku ini. Ada satu bab yang khusus ditulis untuk menjelaskan hal ini.
Winwoods Reade berkata: “Orang yang sangat agamawi seringkali pula adalah orang yang sangat jahat.” Kenyataan ini cocok sekali bagi orang2 Muslim. Ini buktinya:
”Ketika kau bertemu dengan orang2 tak beriman, pukullah kepalanya; dan kala kau telah banyak membantai mereka, maka ikatlah dengan cermat sisa2 tawanan.” (Quran 47.4).
“Dan jika bulan2 suci telah berlalu, bunuhlah mereka yang menyembah berhala (musyrikin) di mana pun kau menjumpai mereka; tangkap mereka, kepung mereka, dan bertiaraplah menunggu mereka dengan segala cara penyergapan: tapi jika mereka bertobat, dan melakukan ibadah sembahyang, dan membayar zakat, maka bebaskanlah mereka, karena Tuhan itu Pemaaf, Pengampun.” (Quran 9:5)
Dan bagi orang2 Kristen dan Yahudi yang menolak dia, inilah yang dikatakannya:
“Berperanglah dengan mereka yang disebut di Kitab2 yang telah diberikan dan tidak percaya pada Tuhan, atau
Hari Akhir, dan yang melakukan yang telah dilarang Tuhan dan RasulNya …” (Quran. 9:29)
Ini semua adalah perintah2 Tuhan Muhammad yang penuh ampun dan pemaaf. Bagaimana bisa jadi seorang “Muslim yang baik” kalau tidak melaksanakan perintah “Illahi” yang sangat jelas ini? Dan dapatkah orang yang melaksanakan perintah2 ini disebut “orang yang baik”? Ini adalah pertanyaan yang orang2 Muslim sendiri harus tanyakan pada diri sendiri secara jujur. Aku tidak mengatakan semua orang Muslim itu jahat. Orang2 jahat dan baik tersebar sama banyaknya di seluruh dunia. Tapi di Islam orang2 baik seringkali dipaksa untuk melakukan hal2 jahat dan melawan hati nuraninya sendiri.
Mereka seringkali meyakinkan diri sendiri bahwa di dalam ketidakadilan yang nyata ini mestinya ada hikmat tersembunyi yang tidak dimengerti orang dan sebenarnya Tuhan lebih tahu. Banyak orang baik yang mengaku sebagai Muslim tidak menaruh perhatian pada isi Islam sebenarnya dan menyebut Muslim ortodoks sebagai Muslim garis keras dan fundamentalis. Tapi seperti yang ditekankan oleh Ibn Warraq dalam “Mengapa Aku bukan Seorang Muslim”, agama Islam tidak seperti agama Kristen karena tidak menganjurkan belas kasihan dan toleransi. Islam dan fundamentalisme adalah istilah2 yang sama artinya. Anda harus melawan hukum2 yang dikatakan Muhammad, hanya untuk menjaga sifat2 kemanusiaan dan menjadi orang yang baik. Tidak ada penjelasan intelektual apapun juga dari Muslim apologis yang dapat mensahkan kekejaman dan tiadanya toleransi dari agama Muhammad ini.
Nilai buku “Mengapa Aku bukan Seorang Muslim” ini adalah sama dengan berat buku ini dalam bentuk emas. Buku Ibn Warraq adalah sumber terbaik tentang Islam yang pernah kutemukan. Dia mengatakan kebenaran dan tidak berusaha menyenangkan hati siapapun. Satu2nya kekurangan buku ini adalah tidak diterjemahkan ke dalam bahasa orang2 yang jadi korban Islam. Tapi saya yakin masalah ini pun akan terpecahkan nantinya.
Islam dibentuk melalui pemaksaan dan pertumpahan darah. Tidak ada sanggahan, alasan, atau logika yang diberikan, yang ada hanyalah sabetan pedang. Begitu banyak orang dibiarkan tidak mengerti. Orang2 Muslim tidak mengetahui isi Qur’an dan tidak menyadari pesan Islam yang naif dan tidak manusiawi. Kalau saja orang2 Muslim itu baca Qur’an dalam bahasa mereka sendiri dan mengerti artinya, mereka bakal kecewa akan isi buku itu yang isinya jauh dari “ajaib” dan hanyalah tipuan belaka. Buku ini ditulis secara sembarangan, ngawur dan sangat parah jeleknya.
Islam telah membungkam suara2 yang mempertanyakan logikanya di sepanjang jaman. Tapi sekarang adalah jaman lain. Teknologi Internet, meskipun dilarang ketat di negara2 Islam, telah tersedia bahkan buat orang2 Muslim sekalipun. Orang2 yang tak percaya lagi pada Islam dapat menulis dan mempublikasikan tulisannya tanpa takut dibunuh. Aku meramalkan tak lama lagi orang2 Muslim yang sangat beriman akan berbalik melawan agama mereka sendiri dan akan berusaha membebaskan umat manusia lainnya dari cengkraman agama secara umum dan Islam secara khususnya.
Warraq bicara mengenai “Imperialisme Arab dan Kolonialisme Islam”. Dia menjelaskan dengan fasihnya bagaimana melalui Islam, banyak negara2 beradab kehilangan budaya asli, harga diri dan kemanusiaan mereka untuk menyembah di depan tuhan baru yang ganas milik segerombolan Arab2 biadab dan menuruti ajaran orang sinting, haus darah, penderita schizofrenia dari Arabia (yakni Muhammad). Islam adalah musuh sains, pemikiran bebas, logika dan hak2 kemanusiaan. Islam dengan kuat menghentikan kemajuan kebudayaan. Warraq menunjukkan secara cermat bahwa arti “Budaya Islam” itu berlawanan dari arti istilah itu sendiri. Anda hanya bisa jadi salah satu: orang Islam atau orang yang berbudaya. Di bagian lain, Warraq juga menyatakan bahwa arti “Filosofi Islam” sebenarnya adalah menyangkal arti istilah itu sendiri, karena filosofi dianggap sebagai “ilmu pengetahuan asing yang bisa mengakibatkan seseorang mempertanyakan isi agama, ragu, dan tidak percaya sama sekali”. P
Pemikir2 cemerlang seperti Zacharia Razi dan Avicenna tidak pernah percaya Islam dan mereka diserang oleh Muslim. Para intelektual dan orang2 yang tak beragama masa kini pun tidak berbeda nasibnya. Contohnya Ali Dashti, ilmuwan ulung dan penulis “23 tahun”; sebuah buku tentang Muhammad dan 23 tahun masa kenabiannya. Ali dimasukkan penjara saat ia berusia 80-an tahun di bawah kekuasaan Khomenei dan Ali meninggal dunia di penjara. Ini kata2 Ibn Warraq sendiri: “Maka kita melihat periode penindasan terhadap berbagai kelompok yang dicurigai melawan agama atau ikut kegiatan politik bawah tanah; orang2 (ahli filsafat, penyair, agamawan, ilmuwan, rasionalis, dualis, atheis, penganut kebatinan) dipenjara, disiksa, disalib, dipotong dan digantung; tulisan2 mereka dibakar. Tidak ada warisan karya Ibn Rawandi, Ibn Warraq, Ibn al-Muqaffa, dan al-Razi yang selamat. Orang2 lain dipaksa melarikan diri dari satu penguasa ke penguasa lainnya yang lebih toleran (seperti
al-Arnidi). Beberapa diasingkan atau dibuang (Averroes). Banyak yang terpaksa menyembunyikan pandangan dan pendapatnya dengan menggunakan bahasa yang sukar dimengerti atau bisa berarti banyak. Mereka yang selamat dari tuduhan penghujatan adalah mereka yang dilindungi oleh orang2 yang berkuasa dan berpengaruh.”
Sumber : FaithFreedom Forum
Asal usul Islam
ASAL USUL ISLAM
The Invention of Islam
Oleh Ahmed Simon
JAMAN PRA-ISLAM
Menurut sejarah, pada zaman Vikrama (58 S..M. – 415 M.) para Maharaja Candragupta memperluas Kerajaan Hindu yg mencakup India dan jauh sampai seluruh Teluk Arabia di Barat. Para Maharaja ini adalah pengikut setia dewa-dewi Hindu khususnya Dewa Shiva (dewa bulan-Allat) dan istrinya Dewi Dhurga (dewi bulan-Allah).
Para Maharaja mempersembahkan kepada dewa-dewa mereka bangunan-bangunan kuil di seluruh
wilayah kerajaan mereka (di Saudi Arabia saja sedikitnya ada 7 kuil peninggalan mereka, termasuk Ka’bah yang masih berdiri sampai saat ini). Bahkan setelah kerajaan Hindu ini runtuh, penduduk Arab masih percaya dan menyembah dewa-dewa itu dan mengagungkan kuil-kuil yang ada sampai datangnya masa nabi Muhammad.
(Untuk lebih detail-nya- lihat artikel “Ka’bah, sebuah kuil Hindu” www.hinduism.co.za).
ASAL-USUL NABI MUHAMMAD
Muhamad, lelaki suku Quraisy dari wilayah Arab (Arab Saudi sekarang), lahir pada tahun 571 M. Ayahnya, Abdullah, wafat 4 bulan sebelum kelahirannya. Muhamad kecil dan ibunya yang menjanda, Aminah, dilindungi oleh kakeknya, Abdul Mutalib. Pada masa ini, Halimah, seorang wanita Beduin, merawat baby Muhamad. Namun beberapa minggu kemudian Halimah mengeluh bahwa Muhamad dirasuki oleh iblis dan menolak untuk terus merawatnya. Aminah, ibu Muhamad lalu wafat ketika Muhammad berusia 5 tahun. Jadilah Muhamad seorang anak yatim-piatu, dan pada umurnya yang kedelapan, kakek Abdul Mutalib juga meninggal dunia. Muhamad kecil ini lalu diambil-alih oleh paman Abu Talib yang memiliki usaha perdagangan/kafilah dengan Syria.
Pada usia 20 tahun, Abu Talib menyuruh Muhamad bekerja untuk Khadijah, pengusaha kafilah yang sukses. Pada usia 25 tahun, Muhamad menikahi majikannya itu, janda Khadijah yang kaya dan berumur
40 tahun, demikian sehingga jadilah ia seorang ayah tiri bagi 2 orang anak Khadijah hasil perkawinan
sebelumnya. Muhamad belum lagi menampakkan “siapa dirinya sesungguhnya” ketika ia menikahi Khadijah. Khadijah-pun wafat. Jadilah Muhamad seorang kaya raya dan kemudian menikahi 9 istri, memiliki lusinan gundik, belum lagi istri-istri simpanan, dan lebih dari seratus budak laki- laki/perempuan. Dia juga bertunangan dengan Aisha yang umurnya masih 6 tahun, lalu mengawininya saat Aisha berusia 9 tahun (8 tahun menurut kalendar umum sekarang). Muhamad terangsang ketika melihat menantunya berganti pakaian dan lalu mengawininya (mantan istri putra angkatnya, Zaid).
Suatu saat Muhamad tertangkap basah sedang memperkosa budak salah satu istrinya (Maryam, budak Sadiah) di luar kesepakatan kawin saat itu, Muhamad malah mengomeli Sadiah yang dikatakannya “membesar-besarkan perkara”. Muhamad dan para pengikutnya sering menyerang desa-desa yang lemah (bahkan desa yang sudah membuat perjanjian damai dengannya) membunuh/memenggal kepala para lelaki dan merampas istri-istri, anak laki maupun anak perempuan mereka dan menjadikan mereka budak, “yang terbaik adalah selalu untuk-nya” demikian Allah mengatakan kepada Muhamad dlm Al-Qur’an.
Di dalam Hadis Sahih Bukhari, tertulis: ketika beberapa pencuri tertangkap, Muhamad memerintahkan pengikutnya untuk mencungkil kedua mata dari masing-masing pencuri dan menyuruh mereka pergi dalam keadaan buta dan berdarah. Dari 68 perang yang dilancarkan Muhamad dan para pengikutnya, hanya satu yang bersifat mempertahankan diri dan sisanya yang 67 adalah penyerangan ofensif yang disulut oleh mereka sendiri.
ASAL-USUL QUR’AN
Muhamad mulai mendirikan agamanya setelah tahun 610 Masehi, ketika ia mengangkat dirinya sendiri sebagai utusan Allah, sebagaimana tertulis dalam Qur’an (bukan sebagai nabi). Ia mengaku bahwa Malaikat Jibril yang memerintahkannya (tanpa satu saksi-pun yang bisa membenarkan pengakuannya).
Muhamad mengumpulkan cerita2;
-
10% kitab Talmud Babilonia (bukan Taurat Yahudi, namun sebuat kitab lain yang mengandung banyak keanehan)
-
sekitar 25% dari kuil Hindu/Allah/berhala/ritual dan kepercayaan-kepercayaan yang memang sudah ada saat itu di Saudi Arabia. (Kata “ALLAH” sendiri sebenarnya adalah sebuah kata Sansekerta, dan sesungguhnya tidak pernah ada Allah yang asli dari Islam);
-
sekitar 10% Animisme (roh-roh, syaitan, Jinn, iblis, mahluk halus, dedemit, dsb.) diambil dari
-
cerita rakyat dan dongeng-dongeng bangsa Arab yang telah lama beredar di zamannya; sekitar
-
10% tradisi-tradisi dan budaya bangsa Arab
-
dan 40% sisanya adalah khayalan dan karangan-karangan liar dari Muhamad dan para pengikutnya sendiri.
Semuanya itu membentuk ISLAM, agama baru. Karena Muhamad dan beberapa ratus pengikutnya buta huruf (tidak bisa menulis dan membaca) dan Muhamad memiliki daya ingat yang buruk, para pengikutnya yang lain menghafalkan/merumuskan untuknya ayat-ayat Qur’an yang telah mereka contek atau mereka karang. Namun pada perang Yamamah, hampir seluruh pengikutnya tewas dan ayat-ayat Qur’an yang asli hilang selamanya dan tidak pernah tersusun lagi menjadi sebuah buku sebelum akhirnya Muhammad sendiri tewas akibat diracun, 632 M. oleh budak Yahudinya, yang berkata
“Jika memang engkau adalah seorang rasul, Allah seharusnya bisa menyelamatkanmu”.
Kalif Abu Bakar (632-634 M.) lalu mempercayakan Zayed Ibn Thabit untuk menyusun kembali Quran, dari ingatan-ingatan para istri, gundik, budak (mereka semua buta huruf), dan beberapa kenalan/sahabat yang mengaku mendengar beberapa ayat langsung dari Muhammad dan para pengikutnya. Zayed berhasil mengumpulkan kurang lebih 7,900 ayat. Tetapi susunan pertama ini, mengandung banyak kontradiksi, kejanggalan, kelucuan/ejekan, hal-hal yang membingungkan, dan kesalahan-kesalahan dan akhirnya menimbulkan kesulitan dan masalah yang besar selama beberapa tahun.
Di bawah pemerintahan Kalifah Uthman (644-656), diperintahkanlah agar semua salinan Al-Quran yang beredar ditarik dari peredaran dan dibakar. Zayed untuk kedua kalinya diperintahkan untuk menyusun dan menulis ulang Al-Quran supaya lebih masuk akal dan lebih meyakinkan dari Quran yang asli, yang disimpan oleh Hafsa (janda Muhammad). Zayed berusaha semampunya menulis ulang Quran dan lebih dari 2,000 ayat yang kontradiktif, membingungkan, keliru dan tidak masuk akal dibatalkan / dibuang, beberapa diganti, dan beberapa lainnya ditambahkan atau dicontek sedemikian supaya pembatalan/perubahan-perubahan tersebut dapat lebih masuk akal.
Quran edisi baru ini berkata di Surah 16:101-103 bahwa orang-orang Arab menuduh seorang budak Nasrani telah mengajari Muhammad dan ia lalu dianiaya, dan di 25:4-5 membenarkan dugaan pencotekan dari cerita-cerita rakyat, dan dongeng-dongeng bangsa Arab. Abu Al-Aswad Al Doaly menaruh titik-titik sebagai tanda baca, semasa kekuasaan Mu’awiyah Ibn Abi Sofyan (661-680). Huruf- huruf lalu diimbuhi oleh beragam titik oleh Nasir Ibn Asem dan Hayy ibn Ya’amor, pada masa Abd Al-Malek Ibn Marawan (685-705). Sistem penandabacaan yang lengkap (damma, fataha, kasra), diciptakan oleh Al Khalil Ibn Ahmad Al Faraheedy (wafat 786 M).
Saat ini Quran memiliki hanya 6,241 ayat dari aslinya yang 7,900. Meskipun demikian, mengingat kondisi yang ada saat itu dan fakta bahwa penyusunan mengandalkan sumber dari ingatan-ingatan kaum buta huruf, dsb; dapatlah dipahami bahwa Quran, karangan dan buatan manusia ini masih menyimpan banyak kontradiksi, sumber perbantahan, kejanggalan, keanehan, kekonyolan, hal-hal yang tidak masuk akal dan keliru, belum lagi theori-theori yang berlawanan dengan ilmu pengetahuan. Jadi, tebalnya ayat-ayat Quran yang ada sekarang sesungguhnya berasal dari kata-kata para istri, gundik, istri simpanan, budak dari Muhammad, dan disusun oleh Zayed Ibn Thabit (tidak ada hubungannya sama sekali dengan Tuhan).
ISI QURAN
Bab-bab dalam Quran tidak disusun berdasarkan prioritas naratif, kontinuitas, biografi, kronologi, atau kesinambungan urutan, melainkan diatur berdasarkan panjangnya teks – bab yang terpanjang ditulis pertama dan bab terakhir berisi hanya 6 baris. Ayat-ayat ditempatkan tidak berdasarkan urutan logika tertentu dan bercampur-aduk di dalam sebuah tema atau topik-topik yang tidak berhubungan satu sama lain. Orang-orang Nasrani akan terperangah jika melihat tidak adanya nubuatan, tidak ada urutan kronologi, tidak ada gambaran geografis, tidak ada biografi dari siapapun (bahkan tidak juga dari Muhammad), tidak ada aturan penulisan, tidak ada sejarah, amsal, perumpamaan, mujizat, kidung mazmur, pendek kata, yang ada di situ hanyalah perintah dan larangan, seperti halnya manual sebuah mesin cuci; dan disertai gambaran hukuman-hukuman, pembalasan, dan ganjaran.
Sebagai contoh perintah, seluruh umat Muslim harus membantai (membunuh) kaum non-Muslim seperti tertulis di Surah 4:74, 9:5 dan 9:29. Sebagai contoh hukuman, Surah 4:34 memerintahkan para suami untuk mencambuk istri-istri yang tidak patuh dan meninggalkan mereka sampai mereka pasrah dan menyerah. Untuk non-Muslim ‘ganjarannya’ adalah, Surah 2:191 “Bunuhlah mereka (non-Muslim)… demikianlah ganjaran mereka yang menentang aqidah (Islam)”. Kaum Muslimin juga diperintahkan untuk melakukan perintah Sura 8:12 “Aku akan men-teror kaum kuffur. Karena itu, pukullah leher dan setiap sendi mereka dan lumpuhkanlah mereka. Pancunglah kepala mereka dan potonglah setiap jari tangan dan kaki mereka”.
Ada banyak lagi contoh “ganjaran jahat” seperti itu tertulis bagi kaum non-Muslim. Contoh untuk upah kaum Muslim yang berperang dan mati bagi Allah ada di Sura 52:17-20; 55:56-58; 55:70-74 dan 56:37-
38, yang menjanjikan hadiah buah-buah terbaik, sungai anggur, dan 72 perawan cantik dan menggiurkan di Firdaus sebagai ganti nyawa mereka yang syahid dan menewaskan sebanyak mungkin kaum kaffir. Bahkan kaum Muslim yang homoseksual pun digambarkan akan diganjar dengan “anak- anak lelaki yang segar bak mutiara” Sura 52:20-24.
Al-Quran juga melarang seluruh Muslim kebebasan “BERPIKIR dan bertindak sesuai kata hati mereka, karena berpikir dianggap adalah pekerjaan Allah dan utusan-nya, Muhammad, lihat Sura 33:36 (dengan kata lain, kebebasan berpikir tidak diperbolehkan di dalam Islam). Nilai ini tertanam dalam ummat Islam mulai dari masa kecil di Madrasah atau Pesantren sehingga tidak heran mengapa orang Muslim sangat takut untuk menantang Qurannya. Mempertanyakan logika Quran dianggap pelecehan dalam Islam
(dan fatal hukumannya).
Ayat-ayat dalam Quran dimaksudkan hanya untuk dihafal dan dilantunkan dalam nada tertentu dan tidak memerlukan pengertian dari arti-artinya, dari tulisan Arab kuno itu. Sehingga, umumnya umat Muslim tidak mengerti dan tidak mempertanyakan Quran yang mereka baca, inilah kepercayaan buta. Perbedaan-perbedaan yang ada di dalam Quran saat ini menciptakan lebih banyak masalah, calon- calon haji yang tiba di Mekkah diperiksa dan apabila kitab Quran-nya berbeda dengan Quran kaum Wahabi, akan disita dan dibakar.
HADIS DAN SUNNAH
Karena Quran penuh dengan :
-
ayat-ayat yang akhirannya terbuka (artinya terlalu luas);
-
adanya hal-hal yang bersifat penjelasan umum ataupun tidak masuk akal;
-
dan menjurus kepada bermacam2 tafsir ttg kondisi biografis seputar ucapan-ucapan, kebiasaan, dan perbuatan Muhammad dan para pengikutnya;
-
maka dibutuhkan penjelasan lebih lanjut untuk mengerti Quran dgn lebih seksama. Inilah yang dimaksud dengan HADIS, yang juga dianggap kitab suci, tapi nomor dua setelah Quran.
Cukup banyak penulis menghasilkan bermacam Hadis sepanjang rentang waktu 600 tahun (mulai sekitar 800 M. sampai 1,400 M.), dan ini malah menambah banyak kebingungan, perbantahan, dan distorsi, penyelewengan dalam banyak aliran (madhab) oleh berbagai penulis ini, karena hampir semua dari mereka tidak pernah mengenal Muhamad secara langsung.
SUNNAH adalah ‘jalan’ atau ‘cara’ (tersirat di dalamnya perbuatan-perbuatan dan kebiasaan Muhamad), dan juga dianggap suci, namun nomor 3 setelah Quran. Juga di sini, perbedaan-perbedaan yang besar dari berbagai penulis menghasilkan sangat banyak masalah yang tidak diketahui oleh khalayak dan malah menjurus ke kekacauan.
Tergantung dari macamnya aliran Islam, Hadis dan Sunnah yang mereka pilih untuk dituruti, perbedaan-perbedaan di antara umat Muslim sendiri bisa sangat besar sehingga benturan-benturan di antara aliran-aliran tersebut masih berlangsung hingga saat ini seperti di Pakistan, Indonesia, Aljazair, Afghanistan, dan Timur Tengah.
HUKUM SYARIAH ISLAM
Ada empat ‘penafsiran’ berkenaan dengan pemberlakuan hukum syariah Islam. Hukum-hukum ini perlahan-lahan berkembang dan diperbaharui, diubah bahkan sampai saat ini, dari negara- ke negara, wilayah ke wilayah, namun semuanya selalu mendasarkan kepada model jurisprudensi abad ke-7.
Kelemahan terbesar syariah adalah bahwa hukum ini tidak memperkenankan ‘bukti-bukti lapangan,’
namun hanya mengakui kesaksian saksi mata untuk sebuah kasus kriminal. Sudah bukan rahasia bahwa
di dalam hukum Syariah, mereka yang menginginkan pembalasan atau seseorang yang mereka benci dihukum, cukup membawa saksi-saksi palsu. Catatan rekor memperlihatkan bahwa kaum hawa adalah yang mendapatkan perlakuan paling tidak adil. Sebagai contoh, jika seorang gadis diperkosa, ia harus bisa memperlihatkan sekurangnya 2 atau 4 saksi mata yang ber-reputasi baik (tergantung Syariah mana yang diterapkan) untuk bisa menuduh si pemerkosa. Jika hanya ada seorang saksi mata, bebaslah sang pemerkosa dan bisa memperkosa lagi. Bukan itu saja. Jika si gadis yang diperkosa tersebut hamil akibat tindak perkosaan tersebut, dialah yang akan dihukum mati dengan cara dirajam batu, karena dianggap berzinah (hamil di luar nikah).
Dalam sebuah masyarakat yang demokratis dan modern, sangat diketahui bahwa 92% keputusan kasus kriminal bukanlah didapat dari kesaksian saksi mata melainkan dari ‘bukti-bukti lapangan’ dan penerapan ilmu pengetahuan (mis. DNA, dsb.), yang mana semuanya itu malah dilarang dalam Islam.
Syariah juga berlawanan dengan konvensi/kesepakatan PBB tentang hak azasi manusia. Dapatkah anda bayangkan hidup di sebuah masyarakat di mana pemerkosa, pembunuh, sex-maniak, dsb. berkeliaran bebas karena Islam? Saya tambahkan di sini, juga FITNAH yang membawa akibat fatal bagi mereka yang tak bersalah, karena Syariah adalah hukum yang bersifat totaliter, sangat berdarah. Hanya rasa takut massa mayoritas yang menjadi ciri khas sistem macam ini.
Perempuan-perempuan yang tidak berpendidikan dari abad ke-7, yang merupakan sumber utama dari Al-Quran, terkenal oleh kemampuan fisik dan keahlian seks mereka, bukan oleh akal budi mereka. Mental terkebelakang dari sumber-sumber ini tercermin di dalam Islam. Itulah sebabnya, Islam bersifat regresif (berjalan mundur) dan menjurus kepada kebobrokan. Ini terlihat dari setiap komunitas Muslim. Masyarakat Muslim adalah yang paling cepat mengambil jalan kekerasan, meledak-ledak, berbahaya, membenci, tidak maju, tidak berkembang, kacau, dihinggapi berbagai penyakit, bencana dan lalu tanpa punya rasa malu sebagian kabur ke negara-negara non-Islam.
Lewat migrasi inilah, Muslim membuktikan bahwa Islam itu jahat, adalah kemunduran, dan tidak manusiawi. Jutaan Muslim saat ini, meninggalkan Islam, meskipun “perangkap/perbudakan” Islam adalah benar-benar kejam dan berdarah dingin (membunuh mereka yang keluar/murtad dari agama). Yang tinggal di dalam kultus ini hanyalah mereka yang bodoh, masa bodoh, muslim KTP, atau yang terpaksa, karena tidak dapat berkutik terhadap tekanan-tekanan Islam. Bahkan kaum yang berwenang, ulama bereputasi tinggi dalam Islam pun sangat khawatir dengan cepatnya keruntuhan yang merongrong Islam dari setiap penjuru.
Tekanan kepada PBB untuk melarang Quran yang biadab itu bertambah setiap hari. Sangat tidak diragukan bahwa Islam itu hanyalah buatan manusia dan palsu. Keruntuhan Islam tidak bisa terbantahkan lagi dan bahkan mereka bodohpun dapat melihat hal ini. Kecuali mereka yang masa bodoh ataupun terpaksa.
*****
Gambar Islami lainnya

Muhammad sang Pedophilia ngaceng ngeliat Aisha yang baru berumur 6 tahun. Dasar nabi palsu, maniak seks, Biadab!!! Orang seperti ini mana pantas disebut nabi, pantasnya adalah : Penjahat, Perampok, Pembunuh, Pemerkosa, Pedophilia, Penipu, dsb. Semoga islam segera lenyap dari muka bumi.

Katanya agama damai tapi MENYIKSA, MEMBUNUH, MEMBAKAR, MERUSAK, dan semua itu atas nama Muhammad si Barbar Pedophilia. Islam bukan agama tapi Ajaran Sesat yang berasal dari SETAN. ISLAM ADALAH AJARAN SETAN.

Kenyataan yang harus diterima para umat muslim bahwa Islam itu adalah ajaran setan. Muhammad adalah nabi palsu, pembunuh sadis, penipu kelas berat dan maniak seks gila. Muhammad adalah hamba dari Jibril yang tak lain dan tak bukan adalah Iblis. Allah-nya Muhammad adalah palsu. Kitab quran buatan Muhammad berisi ayat-ayat setan.

Boycott Arab!!!

Segeralah tinggalkan Islam! Muhammad telah menipumu. Tiada kedamaian dalam Islam yang hanyalah penyiksaan, pemerkosaan, pembunuhan, penghancuran, pedophilia, pembodohan dan kemiskinan.

Begitulah Islam..
Manusia Monyet Ciptaan Awloh

Karya : Abdullah Aziz
Kisah Nabi : Unta Betina Raksasa

Karya : Abdullah Aziz
Tikus-tikus dan Babi-babi Yahudi

Karya : Abdullah Aziz
Setan Dalam Hidung Semalaman

Karya : Abdullah Aziz
Inspirasi Muhammad

Karya : Abdullah Aziz
Tanda Kenabian

Karya : Abdullah Aziz
Tidak Boleh Main Catur

Karya : Abdullah Aziz
Sang Nabi dan Orang Ethiopia

Karya : Abdullah Aziz
Daun Palem Berkhasiat

Karya : Abdullah Aziz
Apa Yang Membuat Sang Nabi Ketakutan?

Karya : Abdullah Aziz
Leave a Comment
Leave a Comment
Comments (5)